Jurusan Sulit Dapat Kerja (dok. laman Federal Reserve Bank of Dallas)
Jurusan Sulit Dapat Kerja (dok. laman Federal Reserve Bank of Dallas)

Dampak Perkembangan AI, Ini 3 Jurusan Kuliah Paling Sulit Mendapat Kerja

Renatha Swasty • 29 September 2026 16:34
Ringkasnya gini..
  • Riset Fed Dallas menemukan lulusan dari jurusan yang tinggi paparan AI mengalami penurunan peluang kerja sebesar 1,7%.
  • Pekerja dari bidang terdampak AI juga mencatatkan penurunan pendapatan tahun pertama sekitar 5 persen pasca-lulus.
  • Ilmu Komputer, Teknik Komputer, dan Bahasa menjadi jurusan yang paling terekspos oleh perkembangan AI generatif.
Jakarta: Perkembangan kecerdasan buatan (AI) semakin memengaruhi dunia pendidikan dan pekerjaan. Teknologi generatif seperti ChatGPT membuat sejumlah pekerjaan yang sebelumnya dikerjakan manusia dapat dilakukan dengan bantuan AI.

Perubahan tersebut turut berdampak pada lulusan perguruan tinggi yang baru memasuki dunia kerja. Riset terbaru Federal Reserve Bank of Dallas yang dirilis September 2026 menemukan lulusan dari jurusan yang lebih terekspos AI mengalami penurunan peluang mendapatkan pekerjaan setelah lulus dibandingkan lulusan dari bidang yang paparan AI-nya lebih rendah.

Penelitian tersebut menggunakan data mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi negeri di Texas. Setelah ChatGPT dirilis pada akhir 2022, lulusan dari jurusan dengan paparan AI lebih tinggi mengalami penurunan relatif sebesar 1,7 poin persentase dalam peluang memperoleh pekerjaan di Texas dalam satu tahun setelah lulus.

Lulusan yang berhasil mendapat pekerjaan juga mengalami penurunan pendapatan tahun pertama sekitar 5 persen dibandingkan kelompok jurusan yang lebih rendah paparannya. Lantas, jurusan apa saja yang termasuk paling terekspos perkembangan AI?

Jurusan Kuliah Paling Sulit Mendapatkan Kerja

1. Ilmu Komputer

Ilmu komputer (computer science) menjadi salah satu bidang studi dengan tingkat paparan AI paling tinggi dalam pemetaan Federal Reserve Bank of Dallas. Hal ini berkaitan dengan jenis pekerjaan yang secara tradisional banyak dimasuki lulusan ilmu komputer.

Sejumlah tugas dalam pekerjaan teknologi, seperti pemrograman dan pengolahan kode, kini dapat dibantu oleh teknologi generatif AI. Namun, tingginya paparan AI tidak berarti lulusan ilmu komputer tidak lagi dibutuhkan.

Justru perubahan tersebut dapat meningkatkan kebutuhan terhadap kemampuan yang memungkinkan pekerja menggunakan dan mengembangkan teknologi AI. Mahasiswa dan lulusan Ilmu Komputer perlu mengembangkan keterampilan yang bersifat melengkapi kemampuan AI.

2. Teknik Komputer

Teknik komputer (computer engineering) juga masuk dalam kelompok jurusan yang paling terekspos AI. Bidang ini memiliki keterkaitan erat dengan teknologi komputasi, perangkat lunak, serta sistem komputer.

Sebagian pekerjaan yang berkaitan dengan kemampuan tersebut memiliki tugas yang dapat dibantu atau diotomatisasi oleh AI. Mahasiswa dan lulusan di bidang ini perlu mengikuti perkembangan teknologi dan memperkuat kemampuan yang tidak mudah digantikan oleh otomatisasi.

3. Bahasa

Jurusan bahasa (languages) juga termasuk bidang studi dengan paparan AI yang tinggi dalam penelitian tersebut. Perkembangan AI generatif membuat berbagai pekerjaan yang berkaitan dengan teks dan bahasa dapat dilakukan dengan bantuan teknologi.

AI kini mampu menghasilkan, menerjemahkan, merangkum, serta mengolah berbagai jenis teks dalam waktu relatif singkat. Meski demikian, kemampuan bahasa manusia tidak serta-merta menjadi tidak dibutuhkan.

Kemampuan memahami konteks, budaya, komunikasi, kreativitas, serta melakukan penyuntingan dan evaluasi terhadap keluaran AI tetap menjadi bagian penting dalam pekerjaan yang berkaitan dengan bahasa.

Jadi, Sobat Medcom, jurusan kuliah yang kamu incar sudah kamu pertimbangkan juga dari sisi perkembangan AI dan kebutuhan dunia kerja? (Adinda Kinanthi)
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan