Secara hukum, menjalankan ibadah puasa di bulan Muharam sifatnya adalah sunah. Artinya, puasa ini tidak wajib, tetapi jika diamalkan akan memberikan pahala yang sangat besar bagi umat Islam.
Puasa di bulan mulia ini juga menjadi kesempatan baik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbaiki diri. Melalui ibadah puasa ini, banyak yang berharap hidup akan menjadi lebih baik setahun ke depan.
Menariknya, umat Islam dibebaskan memilih berapa hari ingin berpuasa di bulan Muharam ini. Umat Islam boleh puasa hanya sehari, dua hari, tiga hari, atau bahkan hampir sebulan penuh selama fisik kita kuat dan tidak merasa terbebani.
Melansir laman NU Online, hukum puasa Muharam adalah sunah. Keistimewaan puasa di bulan ini tertuang dalam sabda Rasulullah SAW:
Hukum dan Dalil Puasa Muharam
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ... أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ
Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: ‘Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharam…” (HR Muslim).
Jadwal Puasa Sunah Muharam
Berdasarkan penjelasan para ulama, bulan Muharam adalah waktu terbaik untuk berpuasa setelah bulan suci Ramadan. Meski boleh berpuasa kapan saja selama bulan Muharam, ada beberapa tanggal khusus yang paling utama dan sangat dianjurkan oleh para ulama, yaitu:- 10 hari pertama di bulan Muharam: Selasa-Kamis, 16-25 Juni 2026
- Hari Tasua pada 9 Muharam: Rabu, 24 Juni 2026
- Hari Asyura pada 10 Muharam: Kamis, 25 Juni 2026
- Tanggal 11 Muharam: Jumat, 26 Juni 2026
Mengapa Puasa Muharam Sangat Penting?
Ada banyak hikmah di balik puasa Muharam. Salah satunya, karena Muharam adalah awal tahun baru Hijriah, tentu sangat baik jika membuka lembaran baru tersebut dengan ibadah puasa yang merupakan salah satu amalan paling mulia.Tata Cara Menjalankan Puasa Muharam
Cara mengerjakan puasa Muharam sama saja dengan puasa pada umumnya, berikut langkah-langkahnya:1. Membaca niat
Niat puasa sunah bisa dibaca sejak malam hari atau pada siang hari sebelum masuk waktu zuhur, asalkan belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa sejak subuh. Niat cukup dibaca di dalam hati, namun disunahkan juga untuk diucapkan.Niat Puasa Muharam
نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَىNawaitu shaumal Muharrami lilâhi ta’ala.
Artinya: “Saya niat puasa Muharam karena Allah ta’ala.”
Niat Puasa Tasua (Tanggal 9 Muharam)
نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَىNawaitu shauma Tasu’a-a lilahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat puasa Tasua karena Allah ta’ala.”
Niat Puasa Asyura (Tanggal 10 Muharam)
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَىNawaitu shauma Asyura-a lilahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat puasa Asyura karena Allah ta’ala.”
2. Makan sahur
Sangat dianjurkan untuk makan sahur sebelum berpuasa. Waktu terbaik untuk sahur adalah menjelang masuk waktu subuh atau sebelum imsak.3. Menahan diri selama berpuasa
Mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari, umat Islam wajib menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa.4. Menjaga ucapan dan sikap
Agar pahala puasa tidak hilang, kita harus menjaga diri dari perbuatan dosa, seperti berkata kasar, berbohong, atau membicarakan keburukan orang lain. Rasulullah SAW mengingatkan:كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعِ وَالْعَطَشِ
“Banyak orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan haus saja.” (HR an-Nasa'i dan Ibnu Majah).
5. Menyegerakan berbuka puasa
Begitu mendengar azan magrib atau waktu berbuka telah tiba, segeralah membatalkan puasa.Keutamaan Besar Puasa Muharam
Apabila Sobat Medcom menjalankan puasa di bulan Muharam, berikut adalah keutamaan yang akan didapatkan:1. Menjadi puasa terbanyak pahalanya setelah Ramadan karena kedudukannya paling tinggi di antara puasa-puasa sunah lainnya dalam setahun
Termasuk mulianya puasa di bulan-bulan Haram atau bulan mulia. Berikut sabda Rasulullah SAW:
...وَصُمِ الْأَشْهُرَ الْحُرُمَ...
“...dan puasalah pada bulan-bulan mulia.”
2. Menjalankan puasa sehari saja di bulan ini akan dicatat pahalanya seperti berpuasa satu bulan penuh, sesuai hadis:
...وَمَنْ صَامَ يَوْمًا مِنَ الْمُحَرَّمِ فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ ثَلَاثُونَ يَوْمًا
“...dan orang yang berpuasa sehari dari bulan Muharram, maka baginya pahala 30 hari puasa.”
3. Bagi yang berpuasa di tanggal 10 Muharam, Allah akan mengampuni dosa-dosa kecilnya setahun ke belakang:
يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
“Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat.” (HR Muslim).
4. Umat Islam disarankan berpuasa di tanggal 9 atau 11 Muharam sebagai pelengkap puasa tanggal 10, agar ibadahnya berbeda dengan kaum Yahudi yang hanya berpuasa di hari Asyura saja:
صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا الْيَهُودَ، صُومُوا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ يَوْمًا بَعْدَهُ
“Puasalah kalian pada hari Asyura dan bedakan dengan kaum Yahudi, puasalah kalian sehari sebelum atau sesudahnya.” (HR Ahmad).
Sobat Medcom, itulah informasi mengenai puasa sunah di bulan Muharam. Semoga informasi ini dapat bermanfaat, ya! (Talitha Islamey)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda