Gerakan Bulir Padi Demi Meningkatkan Minat Baca Anak
Kegiatan Bulir Padi untuk Gerakan Anak Cinta Baca. (Foto: Medcom.id/Inten Suhartien).
Jakarta: Minat baca anak-anak Indonesia masih tergolong rendah. Dari hasil studi Programme for International Student Assessment (PISA) yang digagas the Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD), literasi baca anak Indonesia berada di posisi 61 dari 69 negara yang disurvei.

Hal ini jadi perhatian masyarakat yang tergabung dalam komunitas literasi, salah satunya Yayasan Bulir Padi (Bulir Padi). Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang didirikan sejak 2003 itu bertujuan untuk memberi akses pendidikan kepada anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu.


Bulir Padi membangun perpustakaan umum bernama Pustaka Bulir Padi untuk meningkatkan minat baca anak. Pustaka Bulir Padi ada di Palmerah, Jakarta Barat, dan Bidaracina, Jakarta Timur.

"Sejak didirikan, antusias anak-anak cukup tinggi terhadap Pustaka Bulir Padi. Anak-anak ternyata sangat terbuka dengan kehadiran perpustakaan," kata Direktur Marketing Komunikasi Bulir Padi Irma Isnaedi saat berbincang dengan Medcom.id.

Koleksi buku yang ada di Pustaka Bulir Padi sudah lebih dari 5.000 buku. Ada buku baru dan buku bekas yang berasal dari sumbangan donatur.

Demi meningkatkan literasi anak, Bulir Padi juga menggelar Gerakan Anak Cinta Buku selama Juli hingga Agustus 2017. Gerakan itu dilakukan setiap akhir pekan dan diisi dengan kegiatan teater cilik, mendongeng, dan nonton bareng.

Teater cilik dilakukan di Pustaka Bulir Padi Bidaracina oleh siswa setingkat Sekolah Dasar (SD). Sementara nonton bareng untuk anak-anak setingkat SMP dan SMA/K di Pustaka Bulir Padi Palmerah.

Pada kegiatan mendongeng dan teater cilik, anak-anak disuguhkan cerita rakyat. Mereka juga bisa turut serta tampil dan membaca naskah.

Untuk kegiatan nonton bareng, anak-anak disuguhkan tontonan film dokumenter dan membaca artikel seputar pelestarian alam Indonesia.

"Tujuannya untuk meningkatkan minat baca, meningkatkan kreativitas anak-anak agar belajar lebih giat dan dapat berkontribusi bagi komunitas serta masyarakat sosial" kata dia.



(HUS)