Kantor PP Muhammadiyah. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama
Kantor PP Muhammadiyah. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama

PP Muhammadiyah Minta Nadiem Perkuat ASN Kemendikbudristek Alih-Alih Mengerdilkannya

Ilham Pratama Putra • 23 September 2022 13:53
Jakarta:  Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Alpha Amirrachman mempertanyakan alasan Mendikbudristek, Nadiem Makarim menggunakan organisasi bayangan yang berisi 400 orang di luar Kemendikbudristek. Seorang pemimpin birokrasi pemerintahan hendaknya membina, memperkuat, dan memberdayakan birokrasi yang dipimpinnya, bukan malah mengkerdilkannya.
 
"Bisa dibayangkan jika setiap kementerian memiliki kementerian bayangan yang bekerja setara dengan kementerian sesungguhnya. Ini jelas bukan sesuatu yang sehat dalam pengelolaan birokrasi pemerintahan," kata Alpha, kepada Medcom.id, Jumat, 23 September 2022.
 
Keberadaan organisasi di luar Kementerian yang sifatnya melekat tersebut, harusnya tak bisa hadir begitu saja tanpa alasan yang kuat.  Alpha menyebutkan, ada beberapa kondisi yang mendorong sebuah Kementerian membutuhkan organisasi bayangan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Organisasi bayangan biasanya dibentuk ketika organisasi sesungguhnya betul-betul tidak berjalan efektif," ujar Alpha.
 
Hal itu disampaikan Alpha untuk menanggapi Mendikbudristek yang mengungkapkan, kementeriannya memiliki organisasi bayangan yang melekat dengan Kemendikbudristek.  Jumlah anggota tim bayangan tersebut bahkan mencapai 400 orang.
 
Alpha pun merasa aneh, ketika Nadiem justru memamerkan keberadaan tim ini di hadapan publik melalui unggahan di akun Instagramnya @nadiemmakarim.  "Ini biasanya dibentuk secara sementara sambil memulihkan organisasi yang sesungguhnya, jangan sampai mengambil alih perannya," terangnya.
 
Alpha khawatir nantinya organisasi bayangan itu malah melewati batas. Sebab, Nadiem sendiri juga mengatakan, sejumlah pimpinan organisasi itu setara dengan direktur jenderal atau eselon satu di Kemendikbudristek.
 
"Tentu saja bisa disalahgunakan ketika organisasi birokrasi itu sebenarnya kapabel namun Menteri tidak percaya pada birokrasi yang dipimpinnya, dan lebih dipercaya pada unsur organisasi dari luar. Lalu ia bentuk organisasi bayangan yang pada akhirnya mengambil peran organisasi sesungguhnya, membuatnya 'mandul'.  Ini jelas tidak sehat karena dari sisi pembiayaan juga akan sangat memberatkan," jelasnya.
 
Sebelumnya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim mengaku memiliki 400 orang yang tergabung dalam "organisasi bayangan".  Posisi tim bayangan tersebut tidak masuk dalam struktur birokrasi namun melekat dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), bahkan turut mendesain produk-produk yang dihasilkan kementerian. 
 
"Right now we have 400 product managers, software engineers, data scientists that have created a shadow organization attached to our Ministery. (Saat ini kami memiliki 400 manajer produk, insinyur perangkat lunak, ilmuwan data yang bekerja sebagai organisasi bayangan yang melekat pada Kementerian kami," kata Nadiem mengutip unggahan video di akun Instagram @nadiemmakarim, Kamis, 23 September 2022.
 
Pernyataan yang disampaikan Nadiem dalam rangkaian United Nations Transforming Education Summit di Markas Besar PBB itu juga membeberkan, jika tim yang berisikan 400 orang itu bukanlah vendor untuk kementerian. Yang jelas, kata dia, dalam tim tersebut memiliki sejumlah leader yang setara dengan Direktur Jendral (Dirjen) pada direktorat yang ada di Kemendikbudristek.
Baca juga:  Nadiem Ungkap Punya 'Tim Bayangan' Beranggotakan 400 Orang, Ombudsman Wanti-Wanti Ini

 
(CEU)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif