Siswa sedang membaca buku di kelas. Foto: BKHM
Siswa sedang membaca buku di kelas. Foto: BKHM

Kesultanan Malaka, Kerajaan Malaysia yang Tak Lepas dari Sejarah Nusantara

Medcom • 24 Maret 2022 07:07
Jakarta:  Kesultanan Malaka merupakan kerajaan bercorak Islam yang berada di Semenanjung Malaya. Meski terletak di Malaysia, kisah kesultanan ini tak terlepas dari sejarah kerajaan Nusantara.
 
Sebab, raja-rajanya masih merupakan keturuan Kerajaan Sriwijaya. Tak cuma silsilah pemimpinnya yang berdarah Nusantara, wilayah kekuasaan kesultanan itu juga mencakup Pesisir Timur Sumatra.  Dikutip dari laman Zenius, kesultanan ini pertama kali dibangun oleh Raja Parameswara, seorang pangeran dari Kerajaan Sriwijaya.
 
Usai kerajaan asalnya runtuh, Parameswara melarikan diri ke Malaka dan mendirikan Kesultanan Malaka.  Parameswara memerintah kesultanan sejak 1389 M hingga 1398 M. Pada masa pemerintahannya, Kesultanan Malaka mencapai puncak kejayaan, di mana sempat menjadi pusat perdagangan terbesar di Asia Tenggara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal ini tak mengherankan, sebab Kesultanan Malaka terletak di tepi Selat Malaka yang notabene merupakan jalur internasional bagi kapal-kapal asing. Bahkan, banyak kapal dari berbagai wilayah berkumpul di sana untuk berdagang, dan singgah menunggu angin sebelum meneruskan perjalan.
 
Selain itu, di bawah kepemimpinan Parameswara, penyebaran agama Islam juga semakin luas. Begitu kuatnya pengaruh keyakinan tersebut, Kesultanan Malaka sempat menjadi pusat agama Islam. 
 
Tokoh Islam yang dihormati di Indonesia, Sunan Bonang dan Sunan Giri, bahkan pernah menimba ilmu di Kesultanan Malaka. Mereka memperoleh ilmu tentang Islam dari Syekh Wali Lanang, pengelana dari Arab yang menyebarkan ajaran Islam.
 
Setelah Raja Parameswara lengser, tahta kerajaan kemudian digantikan oleh Megat Iskandar Syah (1414-1424 M), Mudzaffar Syah (1446-1459 M), Mansyur Syah (1459-1477 M), dan terakhir Alauddin Syah (1477-1488 M).
 
Terdapat sejumlah bukti peninggalan Kesultanan Malaka yang masih berdiri kokoh hingga saat ini. Beberapa di antaranya, Masjid Agung Deli di Kota Medan, Sumatera Utara, Masjid Johor Baru di Johor, Malaysia, dan Benteng A’Famosa di Kota Melaka, Malaysia.
 
Selain dibuktikan dengan bangunan bersejarah, eksistensi Kesultanan Malaka juga tercatat dalam berbagai sumber sejarah. Salah satunya, Sulalatus Salatin, yakni kitab Melayu kuno yang menjelaskan tentang silsilah raja-raja Melayu.
 
Kronik Cina juga menjadi saksi bisu atas keberadaan kerajaan ini. Naskah tersebut menceritakan bahwa raja Malaka sering berkunjung ke Cina untuk bertemu Kaisar Yongle dengan tujuan meminta perlindungan.
 
Baca juga:  Sejarah Politik Etis, Balas Budi Belanda untuk Indonesia
 
Selain itu, kisah Kesultanan Malaka juga dituturkan dalam Catatan Tome Pires yang menceritakan bahwa Malaka dihuni masyarakat beragama Islam, serta catatan Pararaton yang mengisahkan Parameswara menikahi keturunan Majapahit yaitu Ratu Suhita. (Nurisma Rahmatika)
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif