Ilustrasi. PPDB 2019 di Tangerang Selatan. Foto: Farhan Dwitama.
Ilustrasi. PPDB 2019 di Tangerang Selatan. Foto: Farhan Dwitama.

Ratusan Kabupaten/Kota Tak Bisa Gelar PPDB Daring

Pendidikan PPDB 2020
Ilham Pratama Putra • 28 Mei 2020 19:02
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengaku telah mendata sekolah di 514 Kabupaten dan kota yang bakal melaksanakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada 33 provinsi. Berdasarkan laporan, masih banyak sekolah yang belum mampu melaksanakan PPDB secara daring.
 
"Sekolah ini tersebar di 293 kabupaten maupun kota. Jadi 293 kabupaten kota ini masih akan menggunakan sistem PPDB luar jaringan (luring)," kata Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad, dalam Konferensi Video tentang PPDB 2020, Kamis, 28 Mei 2020.
 
Sedangkan tak sampai separuhnya, yakni hanya 221 kabupaten/kota sisanya dipastikan telah siap untuk pelaksanaan PPDB secara daring. Dalam skala provinsi, baru ada 14 provinsi yang mampu menjalankan PPDB secara daring sepenuhnya, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Selatan. Bali, Nusa Tenggara Barat, Bangka Belitung, Kepulauan Riau juga siap melakukan PPDB secara daring.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Kemendikbud: Tahun Ajaran Baru Dimulai 13 Juli
 
Sedangkan, 19 provinsi lainnya akan melaksanakan secara luring dan daring, yakniAceh, Sumatera Utara, Jambi, Lampung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur, Bengkulu, Maluku Utara, Banten, Gorontalo, Papua Barat, Sulawesi Barat dan Kalimantan Utara. Tinggal Provinsi Papua yang belum melaporkan bagaimana sistem PPDB mereka hingga saat ini.
 
Bagi sekolah yang melaksanaan PPDB secara luring, Kemendikbud mewajibkan protokol kesehatan. Salah satunya, dengan hadir ke sekolah dengan menggunakan masker.
 
"Tetapi protokol kesehatan itu harus dilaksanakan dengan ketat harus pakai masker, harus ada tempat cuci tangan, pembersih tangan (hand sanitizer), disinfektan dan seterusnya. Kemudian jaga jarak itu harus dilakukan," ungkap Staf Ahli bidang Regulasi Kemendikbud, Katarina Mulyana.
 

(AGA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif