ilustrasi sekolah. Foto:  MI/Gino Hadi.
ilustrasi sekolah. Foto: MI/Gino Hadi.

1,7 Juta Tablet Siap Dibagikan ke Siswa

Digitalisasi Sekolah Siap Diluncurkan 12 September

Pendidikan Metode Pembelajaran
Intan Yunelia • 10 September 2019 18:23
Jakarta:Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan memulai digitalisasi sekolah secara masif. Setidaknya, ada sekitar 1,753 juta tablet yang akan dibagikan kepada siswa di 36.000 sekolah di seluruh Indonesia.
 
“Pak Menteri (Mendikbud, Muhadjir Effendy) nanti 12 September nanti akan launching digitalisasi sekolah. Kita akan membagikan 1,753 juta tablet dan itu akan dikirim ke seluruh Indonesia, ke 36 ribu sekolah. Terutama untuk daerah pinggiran dan untuk sekolah yang menunjukkan kinerja bagus,” kata Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi di Kantor Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa, 10 September 2019.
 
Pembagian tablet ini nantinya akan bekerja sama dengan PT Samsung. Kemendikbud dengan PT Samsung per hari ini sudah menandatangani nota kesepahaman di Kantor Kemendikbud.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nota kesepahaman ini merupakan kerja sama dan sinergi dalam mengenalkan digitalisasi kepada seluruh siswa di Tanah Air. Didik menyampaikan, bahwa kerja sama ini juga merupakan salah satu realisasi program pemerintah dalam merevitalisasi sekolah.
 
Terutama Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). “Karena kita ingin anak kita ini terus update dengan industri. Jadi satu tentang penyelarasan kurikulum, kedua tentang pelatihan untuk guru dan tenaga kependidikan dan ketiga tentang siswa,” ujar Didik.
 
Dengan kerja sama ini, ke depannya juga akan membuka peluang bagi peserta didik asal Indonesia untuk bekerja magang di Samsung. Ia juga berharap kerja sama ini akan terus terjalin hingga tahun-tahun mendatang.
 
“Jadi harapannya, ke depan Samsung juga bisa menjadi teaching factory bagi anak-anak kita. Sehingga dengan demikian anak-anak kita bisa dapat pelatihan dan juga pada saatnya nanti sebagian dari mereka bekerja di Samsung,” harap Didik.
 
Untuk tahap awal, di 2019 ini Kemendikbud akan membagikan tablet kepada 1,753 juta siswa. Namun di tahun mendatang akan ditingkatkan lagi jumlah siswa penerima tablet tersebut.
 
Didik menegaskan, bahwa tablet tersebut akan menggunakan anggaran dari dana sekolah, bukan dana dari Kemendikbud. “Jadi sekolah yang membeli melalui katalog online jadi mereka yang beli pakai dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan BOS Kinerja. Jadi uangnya bukan dari sini (Kemendikbud) tapi sekolah,” tutupnya.
 
Sebelumnya, Mendikbud, Muhadjir Effendy mengatakan tablet tersebut akan dikoneksikan atau dihubungkan dan sinkronkan dengan portal Rumah Belajar yang dapat diakses secara gratis. Meski begitu tidak ada larangan untuk menggunakan portal-portal belajar lain yang berbayar.
 
"Jadi menggunakan salah satu sarana pembelajaran di sekolah itu digital, melalui digitalisasi sekolah itu" terangnya
 
Untuk kontennya, kata Muhadjir, sudah memadai. Sebab, portal Rumah Belajar ini sudah dipersiapkan selama dua tahun. Untuk koneksi internet, Muhadjir mengaku telah berkoordinasi dengan Menteri Komunikasi dan Informasi dala penyediaan jaringan. Mengingat, masih belum meratanya jaringan internet di wilayah 3T.
 
Hal tersebut sejalan dengan program Kominfo yang akan membangun jaringan nusantara. "Untuk meng-cover secara bertahap seluruh Indonesia dan kebetulan Pak Menkominfo memprioritaskan untuk sekolah dan puskesmas," jelasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif