Siswa MA Riyadlotut Tholabah Sedan sedang melakukan riset di laboratorium madrasah. DOK Kemenag
Siswa MA Riyadlotut Tholabah Sedan sedang melakukan riset di laboratorium madrasah. DOK Kemenag

Jalan Panjang MA Riyadl, dari Pelosok Hingga Jadi Madrasah Berbasis Riset

Renatha Swasty • 10 Oktober 2023 14:38
Jakarta: Madrasah Aliyah (MA) Riyadlotut Tholabah Sedan memperoleh predikat ‘Madrasah Berbasis Riset’ sejak 2020. Madrasah yang terletak di pelosok desa Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang ini butuh waktu panjang untuk mencapai prestasi itu.
 
Madrasah ini telah meraih banyak prestasi, mulai dari tingkat Kabupaten Rembang hingga nasional di bawah kepemimpinan Kepala MA Riyadl, Anshori. Dia mengungkapkan MA Riyadl mulai merintis penelitian sejak 2006.
 
“Saat itu, kami mendapatkan dana pengembangan madrasah dari program MEDP (Madrasah Education Development Project). Dana tersebut kami gunakan untuk pengembangan sarpras berupa laboratorium dan peningkatan mutu siswa,” cerita Anshori dikutip dari laman kemenag.go.id, Selasa, 10 Oktober 2023.

MA Riyadl mulai menggembleng siswa aktif di bidang penelitian dengan membuka ekstra kulikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) dengan melibatkan guru pembimbing, Husna Mardhiyah. Antusiasme yang tinggi membuat madrasah membuka kelas unggulan riset pada 2020.
 
“Kami ada dua kelas unggulan, yaitu IPA dan IPS. Kelas unggulan ini terdiri atas siswa-siswi pilihan. Alhamdulillah banyak siswa yang tertarik di bidang riset ini,” kata Anshori.
 
Berkat ketekunan dan keseriusan Husna dan dukungan dari seluruh sivitas guru, MA Riyadl berhasil menorehkan puluhan prestasi, dari tingkat kabupaten hingga nasional, bahkan hampir setiap tahun. Husna menceritakan MA Riyadl memulai kompetisi riset pada 2013.
 
Pertama kali mengikuti kompetisi riset, prestasi tim dari MA Riyadl sudah patut diacungi jempol. Tim riset MA Riyadl memulai prestasinya dengan mengikuti Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tingkat nasional yang diadakan Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Puspresnas Kemdikbud). Hasilnya, tim dari MA Riyadl masuk sebagai finalis 30 besar.
 
“Saat itu pesertanya tak hanya dari madrasah, tapi juga sekolah dari seluruh Indonesia,” kata Husna.
 
Atas prestasi awal ini, tim riset MA Riyadl diundang ke Kementerian Agama. Dirjen Pendis saat itu memberikan mereka apresiasi dan uang pembinaan.
 
Prestasi lain yang menonjol adalah juara III Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada 2015. Satu medali yang sangat sulit didapatkan karena kompetisinya sangat ketat. Pesaingnya adalah SMA dan MA se-Indonesia.
 
“Waktu itu kami mengambil bidang Ilmu Sains dan Humaniora dengan judul Fenomena ‘Manak dan Mutu di Kecamatan Sedan’. Jadi, satu ibu itu mempunyai cucu dan anak dalam satu waktu karena pernikahan dini. Alhamdulillah kami mendapatkan juara III nasional,” ungkap Husna.
 
Prestasi ketiga yang menjadi kebanggaan yaitu juara II Myres 2023 tingkat nasional yang diadakan awal September 2023 di Kendari, Sulawesi Tenggara. Tim Myres MA Riyadl, yaitu M Yufi Anaqsana dan Ja’far Shodiq Hibatullah mengambil judul “Ketoke Kuwat, Nyatane Sekarat, Problematika Rumah Tangga Pelajar Putus Sekolah Akibat Hamil di Luar Nikah”.
 
Puluhan juara lainnya juga diperoleh antara lain dalam kompetisi KTI yang setiap tahun diadakan oleh Universitas Brawijaya Malang, UINSA Surabaya, dan UIN Walisongo Semarang.
 
Berikut beberapa prestasi bidang karya ilmiah yang pernah diraih oleh MA Riyadlotut Tholabah:
  1. Poster Terfavorit dalam lomba LKTIA tingkat nasional yang diadakan oleh Universitas Brawijaya (tahun 2022)
  2. Tim Terfavorit dalam lomba LKTI CSSMORA tingkat nasional yang diadakan oleh UINSA (tahun 2018)
  3. Juara I lomba LKTI tingkat Jawa Kategori Sosial yang digelar oleh STAIN Kudus (2014)
  4. Juara I lomba LKTI Pelajar tingkat Jawa yang digelar oleh STAIN Kudus (2015)
  5. Juara I lomba LKTI Pelajar tingkat Jawa yang digelar oleh STAIN Kudus (2016)
  6. Juara I lomba LKTI CSSMORA tingkat nasional UINSA Surabaya (2017)
  7. Juara II lomba LKTIA GBQ tingkat nasional yang digelar oleh Universitas Brawijaya (2014)
  8. Juara III Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun (2015)
  9. Juara II Madrasah Young Researchers Superchamp (Myres) tingkat nasional yang digelar oleh Direktorat KSKK Kemenag RI (2023)
  10. Finalis 10 besar LKIR tingkat nasional yang digelar oleh LIPI (2013)
Husna mengatakan bidang yang diteliti dalam pembuatan karya ilmiah didominasi isu keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Namun, bukan berarti mengesampingkan bidang-bidang lainnya.
 
“Saat ini, kami sedang mengikuti lomba ide kreatif di bidang kuliner. Kami sudah menciptakan kreasi kuliner dan akan kita buat ide pemasarannya secara online,” beber Husna.
 
Segala prestasi yang diraih tersebut tentunya tidak lepas dari usaha yang sungguh-sungguh dan doa yang kuat. Husna menyebut kesuksesan yang diraih tidak lepas dari dua usaha, yaitu jalur bumi dan jalur langit.
 
"Jalur bumi adalah usaha dengan sungguh-sungguh. Sedangkan jalur langit adalah doa. Saya selalu tekankan pada anak-anak, bahwa karya orang lain itu lebih bagus dari kita. Maka kita kuatkan doa kepada Allah sebagai nilai tambah ikhtiar kita,” ungkap Husna.
 
Baca juga: 5 Madrasah Cetak Prestasi Lomba Perpustakaan SMA/SMK/MA Terbaik, Ini Daftarnya

Kuliah di kampus favorit dengan beasiswa full kini bukan lagi mimpi, karena ada 426 Beasiswa Full dari 21 Kampus yang tersebar di berbagai kota Indonesia. Info lebih lanjut klik, osc.medcom.id
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan