Alat Deteksi Jarak Berbasis Raspberry Pi inovasi mahasiswa UNY. DOK UNY
Alat Deteksi Jarak Berbasis Raspberry Pi inovasi mahasiswa UNY. DOK UNY

Atur Physical Distancing, Mahasiswa UNY Ciptakan Alat Deteksi Jarak Berbasis Raspberry Pi

Renatha Swasty • 28 Maret 2022 16:09
Jakarta: Pandemi covid-19 yang melanda Indonesia telah memaksa masyarakat siap dengan tatanan new normal. Paling penting ialah protokol kesehatan 3M, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
 
Namun, kerap kali aturan jaga jarak dilanggar. Padahal, mesti berjarak 1 meter dengan orang lain saat berinteraksi.
 
Melihat itu, mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) merancang alat peringatan pelanggaran physical distancing berbasis Raspberry Pi. Inovasi sebagai upaya preventif penyebaran covid-19 pada era new normal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mahasiswa itu, ialah Irwan Ardiansyah, Hilal Fahrul Hamam, Burhan Dwi Ardiansyah, Dira Tri Puspita dan Nancy Febriani Taek. Irwan menjelaskan alat dirancang untuk dapat mendeteksi jarak antar orang yang ada dalam jangkauan deteksi melalui Raspberry Pi Camera.
 
“Pembacaan gambar dari kamera tersebut diproses di Raspberry Pi 3 Model B+ dengan mengukur jarak antar orang yang dideteksi, apabila jaraknya kurang dari satu meter maka akan keluar peringatan berupa suara,” papar Irwan dikutip dari laman uny.ac.id, Senin, 28 Maret 2022.
 
Dia menuturkan alat ini dapat menghitung jumlah orang di sebuah ruangan dan dalam jangkauan deteksi. Apabila jumlah orang dalam ruangan melebihi kapasitas yang sudah ditentukan sebelumnya pada alat maka akan keluar peringatan berupa suara.
 
Hilal Fahrul Hamam menjelaskan alat yang akan dipasang di fasilitas umum, seperti lobi atau ruang kelas akan mendeteksi pelanggaran physical distancing yang dilakukan dua orang atau lebih dalam suatu ruangan. Alat peringatan physical distancing ini diharapkan dapat meningkatkan tingkat kesadaran masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan guna mengendalikan penyebaran virus covid-19.
 
Burhan Dwi Ardiansyah memaparkan pembuatan alat dimulai dari proses pencetakan desain kotak alat yang dilakukan oleh penyedia jasa cetak cutting acrylic. Selanjutnya, perakitan kotak alat menggunakan mur dan baut ke setiap sudut kotak alat, serta pemasangan komponen utama.
 
“Pada bagian elektronik dilakukan pembuatan shield PCB untuk penghubung antar komponen elektronik seperti ke 4 buah LED indicator sebagai indikasi dari fungsi alat, Touch Display, fan Raspberry Pi, dan kamera,” papar Burhan.
 
Dalam proses tersebut juga dilakukan instalasi kabel dan penyusunan algoritma bertahap untuk pendeteksian oleh camera Raspberry Pi. Program ditulis langsung pada Raspberry Pi 3 Model B+ dan menggunakan bahasa pemograman Python serta Library Open-Cv dan Numpy, di mana wajah yang berhasil terdeteksi diindikasikan dengan kotak biru.
 
Program juga berhasil melakukan pendeteksian terhadap orang di mana yang terdeteksi akan diindikasikan dalam kotak berwarna hijau disertai keterangan ‘Person’. Dira Tri Puspita menjelaskan cara kerja alat ini adalah kamera mendeteksi orang atau manusia dalam jangkauannya, maka LED indikator 2 akan hidup dan posisi orang tersebut juga terlihat pada layar dan diindikasikan dalam kotak hijau dengan keterangan ‘Person’.
 
Apabila tidak ada manusia yang terdeteksi dalam jangkauan maka LED indikator 2 akan mati. “Saat alat hidup maka LED indikator 1 akan hidup dan berkedip selama 1 detik terus menerus. Sedangkan, posisi awal untuk LED indikator lainnya yaitu LED indikator 2, 3, dan 4 adalah mati,” papar Dira.
 
Saat kamera mendeteksi ada dua orang yang berjarak kurang dari 1 meter, maka alat akan mendeteksi sebagai pelanggaran physical distancing dan mengeluarkan suara peringatan. LED indikator 3 akan hidup dan berkedip selama 0,5 detik terus menerus, pada tampilan Touch Display dua orang tersebut diindikasikan dalam kotak merah.
 
Suara peringatan dan LED indikator 3 akan mati apabila dua orang tersebut sudah menjaga jarak aman dan tampilan orang yang terdeteksi pada touch display kembali terindikasi dalam kotak hijau. Ini merupakan salah satu upaya UNY dalam agenda pembangunan berkelanjutan pada bidang kesehatan dan pendidikan bermutu.
 
Karya ini berhasil meraih dana Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Riset dan Teknologi dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Bidang Karya Inovatif.
 
Baca: Mahasiswa UNY Ciptakan Alat Pemantau Konsumsi Daya Listrik Berbasis lOT
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif