Beasiswa penuh (full sholarship) ini untuk program Sarjana Lanjut Magister di bidang Bahasa dan Sastra Arab. Pendaftaran dibuka mulai 1 April hingga 31 Mei 2026.
Sebelum melangkah lebih jauh, yuk kenalan dulu dengan Beasiswa Indonesia Bangkit yang menjadi incaran banyak putra-putri terbaik pesantren Indonesia. Berikut penjelasannya.
Apa Itu Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB)?
Mengutip laman beasiswa.kemenag.go.id, Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) merupakan program beasiswa kolaboratif antara Kementerian Agama dan LPDP Kementerian Keuangan yang biaanya melalui Dana Abadi Pendidikan. Dalam pelaksanaannya, Kemenag melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) bertugas memastikan kesesuaian kebijakan, relevansi bidang studi, serta ketercapaian output dan outcome pengembangan SDM keagamaan.Sementara LPDP mengelola pendanaan, penjaminan kualitas, dan akuntabilitas keuangan sesuai prinsip Dana Abadi Pendidikan. Kolaborasi ini menegaskan komitmen bersama dalam pengelolaan beasiswa yang profesional, transparan, dan berkelanjutan.
Skema program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB)
Program BIB 2026 ini khusus diperuntukkan bagi jenjang Program Sarjana Lanjut Magister dengan Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, dengan durasi pendanaan studi selama 36 + 12, yakni 48 bulan. Penerima beasiswa yang menempuh studi melebihi batas waktu pendanaan yang telah ditetapkan wajib menanggung secara mandiri seluruh biaya pendidikan hingga studi dinyatakan selesai.Pendaftar dapat memilih satu perguruan tinggi dan program studi tujuan, yakni Program Sarjana Bahasa dan Sastra Arab serta Program Magister Bahasa dan Sastra Arab di UIN Sunan Ampel Surabaya. Pendaftar yang lolos seleksi BIB jalur kemitraan akan mendapatkan LoA Unconditional oleh Perguruan Tinggi Mitra dan diwajibkan untuk memulai perkuliahan pada Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027.
Kabar baiknya, BIB menggunakan skema Pendanaan Penuh. Penerima beasiswa mendapatkan dua kelompok pendanaan, yakni Dana Pendidikan dan Dana Pendukung.
Dana Pendidikan mencakup Dana Pendaftaran, Dana SPP/UKT (Tuition Fee), Dana Tunjangan Buku, Dana Penelitian Tesis, Dana Seminar Internasional, dan Dana Publikasi Jurnal Internasional. Sementara Dana Pendukung meliputi Dana Transportasi, Dana Hidup Bulanan, Dana Asuransi Kesehatan, dan Dana Kedatangan.
Sasaran dan Persyaratan Umum
Beasiswa ini ditujukan bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) dengan kriteria sebagai berikut:Untuk Program Sarjana Lanjut Magister, pendaftar harus mencantumkan status pekerjaan atau profesi sebagai Santri, yakni lulusan Pondok Pesantren di bawah binaan Kemenag. Kategori yang masuk dalam kriteria ini meliputi lulusan Pendidikan Madrasah Tsanawiyah/SMP atau Madrasah Aliyah/SMA/SMK, Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Wustha/Ulya, Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) Wustha/Ulya, atau Satuan Pendidikan Mu'adalah (SPM) Wustha/Ulya.
Pendaftar juga diprioritaskan bagi yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik. Misalnya, penghafal Al-Qur’an (tahfidz) minimal 10 juz, atau peraih juara 1, 2, atau 3 dalam kompetisi tingkat nasional maupun internasional.
Bidang yang dimaksud meliputi Kompetisi Robotic Internasional, Olimpiade Sains Nasional, Olimpiade Madrasah Indonesia, dan Kompetisi Sains Madrasah. Selain itu, juga mencakup bidang keagamaan seperti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Musabaqah Qiroatul Kutub (MQK), Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ), dan Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ).
Berikut persyaratan umum yang wajib dipenuhi oleh setiap pendaftar, antara lain:
Persyaratan umum
- Warga negara Indonesia
- Memenuhi batas usia per 31 Desember di tahun pendaftaran, dengan ketentuan berusia maksimal 20 tahun
- Telah menyelesaikan jenjang pendidikan menengah (MA/SMA/SMK) lulusan 3 tahun terakhir, yakni lulusan tahun 2026, 2025, dan 2024
- Pendaftar yang sedang menempuh studi (ongoing) atau telah menyelesaikan studi sarjana (S1) tidak diperkenankan mendaftar pada program ini
- Terdaftar pada Education Management Information System (EMIS) Kementerian Agama, dengan melampirkan Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP) dan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN)
- Melampirkan surat rekomendasi yang menjelaskan santri telah mukim minimal 3 tahun serta mampu memahami dan membaca Kitab Kuning dari pesantren asal santri ditandatangani oleh pimpinan pesantren
- Melampirkan Raport Santri sebagai santri 2 tahun terakhir, atau Syahadah
- Melampirkan Surat Keterangan Kesehatan dari rumah sakit atau pusat layanan kesehatan, yang diterbitkan paling lama 3 bulan terakhir pada masa pendaftaran beasiswa
- Menulis profil diri termasuk riwayat pendidikan yang tidak diselesaikan (tidak lulus) pada aplikasi pendaftaran
- Menulis Personal Statement atau Essay yang mencerminkan kesadaran diri, proses pembelajaran, serta kesiapan pendaftar untuk melanjutkan studi
- Menulis Komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia, disertai bentuk pengabdian sesuai dengan program studi yang dipilih
- Pendaftar yang memiliki prestasi kejuaraan atau non kejuaraan dan pengalaman organisasi dapat mengisi riwayat pada aplikasi pendaftaran
- Menyetujui Pernyataan Komitmen dan Integritas yang telah disediakan pada platform pendaftaran beasiswa (poin-poin terlampir)
- Beasiswa hanya untuk Perguruan Tinggi Tujuan dan program studi yang ditetapkan Kementerian Agama
Persyaratan Khusus dan Dokumen
Selain persyaratan umum di atas, terdapat pula persyaratan khusus yang wajib dipenuhi. Simak baik-baik ya.- Ijazah dan Transkrip pada Pendidikan Dasar dan Menengah
- Mengunggah dokumen sertifikat Bahasa Arab yang diterbitkan oleh lembaga resmi penyelenggara tes PTKIN, dengan ketentuan sebagai berikut:
- Untuk Program Sarjana Lanjut Magister, diperlukan Sertifikat Bahasa Arab PTKIN dengan skor TOAFL 500
- Profil Diri
- Personal Statement
- Komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia
- Pernyataan Komitmen dan Integritas pada platform pendaftaran (poin-poin terlampir)
- Kartu Tanda Penduduk (KTP)
- Kartu Keluarga (KK)
- Scan Ijazah dan Transkrip pada Pendidikan Dasar dan Menengah
- Sertifikat Bahasa Asing
- Surat Keterangan Kesehatan
- Dokumen Keterangan Prestasi (opsional)
- Dokumen Surat Rekomendasi Pesantren yang menjelaskan santri telah mukim minimal 3 tahun serta mampu memahami dan membaca Kitab Kuning
- Raport Santri atau Syahadah
Tahapan seleksi beasiswa
- Seleksi administrasi
- Seleksi assessment kapasitas akademik dan psikologis
- Seleksi wawancara (substansi)
Jadwal Seleksi BIB 2026
- Pendaftaran Beasiswa: 01 April-31 Mei 2026
- Seleksi Administrasi: 01-15 Juni 2026
- Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 16 Juni 2026
- Masa Sanggah: 17-18 Juni 2026
- Pengumuman Hasil Masa Sanggah: 22 Juni 2026
- Seleksi Assessment Kapasitas Akademik dan Psikologis: 25-29 Juni 2026
- Pengumuman Hasil Seleksi Assessment Kapasitas Akademik dan Psikologis: 01 Juli 2026
- Seleksi Wawancara: 03-20 Juli 2026
- Pengumuman Kelulusan: 27 Juli 2026
- Periode Perkuliahan: Agustus 2026
- Sanggah adalah bentuk klarifikasi pendaftar atas hasil seleksi administrasi dan tidak dapat menggantikan informasi pada dokumen persyaratan yang telah disampaikan saat pendaftaran kepada Kemenag.
- Peserta SBS wajib mengikuti simulasi SBS sesuai jadwal yang ditentukan.
Mekanisme Pendaftaran dan Ketentuan Pengabdian
Setelah semua dokumen siap, ini langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mendaftarkan diri:- Pendaftaran dilakukan secara mandiri dan daring melalui Platform Pendaftaran di laman https://beasiswalpdp-terintegrasi.kemenkeu.go.id/. Setelah masuk ke platform, isi status Santri pada Profil Status Profesi/Pekerjaan sesuai sasaran program, lalu lengkapi dan unggah semua dokumen yang dipersyaratkan sesuai ketentuan Pedoman Program.
- Terakhir, selesaikan proses pendaftaran dengan klik Submit untuk mendapatkan nomor registrasi pendaftaran beasiswa.
Sobat Medcom yang tertarik dapat mengakses informasi lengkap mulai dari persyaratan, panduan pendaftaran, hingga seluruh format dokumen yang dibutuhkan, bisa langsung akses melalui laman ini: beasiswa.kemenag.go.id. Jadi tunggu apa lagi? Yuk segera daftar ya, Sobat Medcom!
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News