Kisah Guru Honorer dari Sumba Barat NTB

Bergaji Rp200 Ribu Tak Surutkan Semangat Mengajar

Intan Yunelia 17 September 2018 08:09 WIB
Guru Honorer
Bergaji Rp200 Ribu Tak Surutkan Semangat Mengajar
Heronima Gole Rere guru honorer di SD Pogotena, Sumba Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Medcom.id/Intan Yunelia.
Jakarta:Harapan Heronima Gole Rere guru honorer di SD Pogotena, Sumba Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) pupus.  Mengabdi 7 tahun sebagai guru honorer, ternyata tak lantas menjadikan Heronima bisa menyandang status idaman, sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Asa menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sempat singgah di diri Heronima, kala kabar formasi guru akan dibuka dalam rekrutmen Calon PNS (CPNS) 2018. Namun seketika kembali tertutup, ketika pemerintah menetapkan syarat maksimal usia 35 tahun pada 1 Agustus 2018 bagi para pelamar CPNS dari seluruh kategori, baik umum maupun honorer.


Dengan pembatasan tersebut, otomatis hanya 13.347 orang dari total 438.590 honorer yang berhak mengikuti seleksi CPNS 2018.  Tentu saja Heronima tak masuk ke dalam 13.347 itu, mengingat usianya yang kini sudah menginjak 40 tahun.

"Bagaimana dengan umur saya. Umur saya sudah 40. Saya lihat yang masuk itu umurnya batas 35 tahun," kata Heronima kepada Medcom.id, Senin, 17 September 2018.

Diakuinya, menjadi guru honorer telah bulat menjadi pilihan karirnya sejak 7 tahun lalu.  Semangat untuk dapat ikut mencerdaskan anak-anak di Sumba Barat demikian besar, hingga mampu mengalahkan pedihnya realita menjadi guru honorer. 

Menurut Heronima, menjadi guru honorer di daerah memang lebih banyak duka. Bagaimana tidak, pengabdian mencerdaskan anak bangsa, tak sebanding dengan upah dan pendapatan yang ia terima.

Setiap bulannya, Heronima hanya menerima honor sebesar Rp250 ribu. Jauh berkali-kali lipat di bawah, jika dibandingkan dengan guru honorer serupa di kota-kota besar.

"Gaji saya memang tahun lalu masih Rp250 ribu, sekarang  turun menjadi Rp200 ribu itu pun sudah enam bulan belum cair," keluh Heronima.

Baca: PGRI Sodorkan Dua Skenario Atasi Persoalan Honorer K2

Enam bulan tak menerima gaji, bukan jaminan keamanan menerima utuh total keseluruhan gaji. Namun, semangat mengajar tak pernah pudar.

"Kalau dikasih itu paling tiga bulan yang dikasih. Enggakakan dikasih langsung yang enam bulan itu," ungkapnya.

Sebagai honorer, ia sadar, pemerintah daerah tak cukup punya anggaran untuk menggajinya. Gaji yang diperolehnya pun hanya dari sisihan anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sekolah tempatnya mengajar.

Secara matematika, gaji Heronima bahkan tidak cukup untuk menyambung hidup bersama suami dan kedua anaknya. Dengan gaji kecil ini pun, ia terpaksa kerap berjalan kaki menuju sekolah yang berjarak 2 kilometer dari tempat tinggalnya.

"Kalau ke sekolah naik motor harus keluar banyak bensin. Saya bonbensin. Kalau tidak dikasih uang gaji saya jalan kaki sekitar 2 kilometer lebih," ujarnya.

Mengandalkan gaji sebagai seorang guru honorer tentu mustahil bisa mencukupi kebutuhan hidup. Apalagi sang suami hanya seorang buruh kuli panggul.

"Usaha sampingan saya memelihara ayam. itu lumayan untuk mencukupi makan sehari-hari," keluhnya.

Heronima berharap pemerintah mau membuka mata mengenai nasib guru-guru honorer seperti dirinya.  Batasan usia diharapkan tak lagi menjadi penghalang niat sucinya mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Kalau ada peluang itu (CPNS) saya mau masuk," harapnya.

Seperti diketahui, tahun ini pemerintah membuka 238.015 lowongan CPNS di luar lulusan ikatan dinas, yakni sebanyak 8.003 kursi.  Sekitar 50,41% atau 120 ribu kuota di antaranya adalah formasi untuk tenaga di bidang pendidikan seperti guru, dan dosen.

Besarnya kuota CPNS untuk sektor pendidikan yang dibuka pada rekrutmen abdi negara tahun ini dilakukan, untuk meningkatkan daya saing bangsa, dengan prioritas pada pelayanan dasar seperti pendidikan, dan kesehatan.

Dari jumlah 120 ribu tersebut, sekitar 100.000 di antaranya khusus untuk rekrumen guru baru. Tes CPNS untuk formasi dibuka untuk pelamar dari kalangan umum, maupun guru berstatus honorer, sepanjang memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.

Dalam rekrutmen CPNS 2018, hanya 13.347 orang dari total 438.590 honorer K2 yang memenuhi syarat untuk mengikuti tes CPNS. Hal tersebut dikarenakan, terbentur syarat batasan usia, yakni maksimal 35 tahun bagi pelamar CPNS kategori umum maupun K2. 



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id