Jerman, bagi Gita Savitri merupakan negara yang cukup moderat. Negeri Bavarian ini cukup welcome dengan pendatang khususnya muslim.
Sebagai seorang muslim Gita cukup merasakan, bagaimana penduduk Jerman sangat menghormati perbedaan, dan keyakinan semua agama.
"Setahu saya, orang Jerman orang yang sangat respectfull. Mereka orangnya sangat logis, jadi kalau enggak ada alasan, mereka enggak mungkin enggak suka sama aku," kata Gita kepada Medcom.id.
Saat kuliah dulu, Gita aktif bergaul dengan mahasiswa dari beragam etnis, agama di seluruh dunia. Negara sekuler seperti Jerman, urusan agama adalah ranah privasi yang sangat dihormati setiap individu.
"Waktu pertama kali aku memutuskan berhijab dan pertama kali ke kampus enggak ada yang nanyain satupun, kenapa pakai kerudung. Mereka anggap aku biasa aja," ujar Gita yang merupakan alumni Freie Universitat Berlin, Jerman ini.
Baca: Dude Herlino Beri Kiat Sukses Berwirausaha Bagi Mahasiswa
Wanita kelahiran Palembang ini menuturkan, kesempatan dirinya hijrah menggunakan hijab justru saat menjadi mahasiswi di Jerman. Ia mantap memutuskan menutup aurat.
"Di sana aku belajar agama lagi, aku sadar karena fitrahnya manusia mencari Tuhannya, akhirnya karena makin banyak ilmum dan hijab itu obligation bukan pilihan," cerita perempuan muda yang banyak menginspirasi orang ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News