Ilustrasi. Foto: UGM/Humas
Ilustrasi. Foto: UGM/Humas

Pendidikan Vokasi

Sekolah Vokasi UGM Bakal Buka Prodi Magister Terapan

Pendidikan Pendidikan Tinggi Pendidikan Vokasi UGM
Citra Larasati • 05 Mei 2021 11:59
Jakarta:  Sekolah Vokasi (SV) Universitas Gadjah Mada (UGM) berencana membuka program studi Magister Terapan dalam waktu dekat.  Langkah ini dilakukan UGM mengingat ke depan, kebutuhan industri akan SDM yang memiliki kemampuan spesifik semakin tinggi.
 
Pelaksana Tugas (Plt.) Wakil Dekan bidang Akademik dan Kemahasiswaan SV UGM, Agus Nugroho menjelaskan, perencanaan pendirian program studi tersebut dilakukan dengan mengikuti proses dan ketentuan yang berlaku. 
 
“Agar ketika prodi sudah berdiri bisa benar-benar dapat berkontribusi baik,” tutur Agus, Rabu, 5 Mei 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Agus menuturkan, setidaknya ada dua ketentuan yang harus dipenuhi sebagai syarat pendirian program studi.  Ketentuan pertama yang harus dipenuhi adalah market driven yang berarti memenuhi permintaan dunia kerja.
 
Program studi yang didirikan harus mempertimbangkan kebutuhan pasar atau masyarakat dalam dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA).  Sedangkan ketentuan yang kedua adalah scientific vision.
 
Program studi yang didirikan kemudian juga harus berdasar kepada visi keilmuan masa depan yang bermuara pada asas kemanfaatan.  
 
Prospek di Industri
 
Agus mengungkapkan, bahwa prospek pendidikan vokasi cukup menjanjikan. Menilik kepada Road Map Industri Tanah Air sekarang ini, Agus melihat kebutuhan SDM mengarah kepada kemampuan spesifik dan bukan lagi generalis. Sebagaimana diketahui, kemampuan spesifik tersebut jelas didapatkan dari pendidikan vokasi.
 
Industri mengarah kepada kebutuhan spesifik, salah satunya karena dengan berlatar pendidikan spesifik (vokasi), industri jadi tidak memerlukan lagi training atau pelatihan tambahan kepada tenaga kerja mereka. Kurikulum pendidikan vokasi, yakni ketika pendidikan praktik lebih banyak dari pada teori dan program magangnya, telah menjadi suatu keuntungan tersendiri bagi DUDIKA.
 
Baca juga:  Berkat OSC, Batal Putus Kuliah Hingga Harapan Biayai Kuliah Adik
 
Selain itu, tentu, SDM dengan kemampuan spesifik lebih memungkinkan menghasilkan kualitas produk dibandingkan dengan yang bukan vokasi.
 
“Kompetensi spesifik akan lebih menguntungkan industri karena keunggulan produk menjadi kekuatan kompetisi. Sebagai contoh misalnya profesi product manager. Seorang product manager diharapkan mampu menciptakan produk inovasi yang dapat menyesuaikan kebutuhan dan diterima oleh market,” pungkas Agus. 
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif