Ilustrasi internet. Medcom
Ilustrasi internet. Medcom

AI Bisa Tingkatkan Kemampuan Nalar dan Berpikir Kritis, Asal...

Ilham Pratama Putra • 23 Januari 2024 14:24
Jakarta: Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan buah dari derasnya kemajuan teknologi. Kehadiran AI saat ini telah banyak membantu berbagai kegiatan manusia.
 
Namun, di sisi lain, AI berpotensi memunculkan beberapa hal-hal negatif. Untuk itu, bijak memanfaatkan AI menjadi keniscayaan agar AI tidak malah menurunkan tingkat nalar dan berpikir kritis manusia.
 
AI tetap bisa meningkatkan kemampuan nalar manusia. Begitu pula dengan kemampuan berpikir kritis.

Berikut alasan AI bisa meningkatkan kemampuan nalar dan berpikir kritis melansir unggahan Instagram @bp3_kemdikbud:
 
AI telah menjadi teknologi paling canggih. Namun kamu tidak boleh lupa soal privasi dan keamanan data pribadi.
 
Kamu harus menyadari, saat berbicara dengan AI, seperti Siri atau Alexa maka akan ada informasi yang teknologi itu simpan. Info ini bisa menjadi emas buat peretas atau hacker.
 
Pengguna AI diharapkan tidak kecanduan dengan AI semacam Siri atau Google Assistant untuk hal-hal sederhana. Misal bertanya cuaca atau mengatur alarm.
 
Meski menjadi lebih mudah, tapi kamu tetap harus mandiri dan memahami bagaimana cara kerjanya tanpa terus menerus mengandalkan AI. Kamu perlu belajar skill baru dan menggunakan AI secara bijak.
 
Dengan adanya AI, kamu tidak boleh menjadi malas dalam berpikir. Apalagi, karena sudah tahu ada ChatGPT atau teknologi serupa lainnya.
 
Berbahaya jika kamu terus menerus mengandalkan AI untuk semua urusan. Karena bisa saja, skill berpikir kritismu bisa luntur.
 
Perlu kamu ingat, AI tak selalu benar. Terkadang AI juga bisa memberikan informasi yang tidak tepat, atau tidak sesuai konteks yang dimaksud.
 
Hal itu dimungkinkan, karane pada dasarnya, AI merupakan robot canggih yang jawabannya hanya dari data. Namun, tidak memahami konteks sesungguhnya.
 
Jadi, kamu jangan langsung percaya 100 persen atas apa yang disampaikan AI. Kamu harus tetap kritis dan melakukan pengecekan ulang atas informasi yang disampaikan AI.
 
Baca juga: 4 Tools AI Ini Bisa Jadi Sahabat Bagi Pelajar, Cek Yuk!

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA