Tangkal Paham Radikalisme

Kampus Diminta Selektif Pilih Penceramah Ramadan

Intan Yunelia 16 Mei 2018 15:12 WIB
Teror di Mapolda Riau
Kampus Diminta Selektif Pilih Penceramah Ramadan
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir. Foto: Medcom.id/Intan Yunelia
Jakarta:Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir pagi ini mengumpulkan para rektor perguruan tinggi di Indonesia. Dalam pertemuan tertutup itu, Nasir meminta rektor memantau kegiatan dan ceramah keagamaan di kampus.

"Saya memberikan pesan khusus kepada rektor, pertama yang terkait masalah kegiatan- kegiatan dalam menghadapi Ramadan," kata Menristekdikti, Mohamad Nasir di Gedung D Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu 16 Mei 2018.


Nasir mengatakan momen Ramadan biasanya banyak diisi dengan acara kegiatan kerohanian, salah satunya ceramah keagamaan. Namun, ceramah keagamaan harus diisi dengan pesan perdamaian bukan sampai disusupi ajaran radikal.

"Kampus harus menjadi pusat ilmu pengetahuan yang dalam hal ini jangan sampai terjadi radikalisme dan intoleransi," ucap Nasir.

Penceramah yang akan diundang di perguruan tinggi pun tidak bisa sembarangan. Ia meminta pihak kampus lebih selektif memilih pengisi acara keagamaan.

"Dalam bulan Ramadan ini saya meminta penceramah memberikan ceramah yang bisa memberikan kedamaian, ketenangan pada seluruh warga yang ada di kampus masing-masing," ungkap Nasir.

Nasir tak segan memecat dosen dan mahasiswa yang terbukti menjadi penyebar ajaran radikalisme di lingkungan kampus.

"Demikian juga semua yang melakukan ini, jangan sampai menuju intoleransi. Apabila terjadi intoleransi, baik dari dosen maupun mahasiswa segera dilakukan peringatan dan segera di tindak," pungkas Nasir.
 



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id