Guru Besar kuntansi Universitas Gadjah Mada (UGM) itu bakal bertanggung jawab mengelola keuangan organisasi PBNU untuk lima tahun mendatang. Sebelumnya, Ainun Na'im menjabat Ketua Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) PBNU masa khidmah 2022-2027.
Sebelum aktif di PBNU, Ainun Na'im pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada Kabinet Kerja. Dia dilantik oleh Mendikbud Nadiem Makarim masa jabatan 2019-2021.
Seperti apa profil, pendidikan, dan jejak karier Ainun Na'im? Yuk, kenalan lebih jauh dikutip dari laman itera.ac.id:
Profil dan Pendidikan Ainun Na'im
Ainun Na'im lahir di Kediri, Jawa Timur pada 4 Desember 1960. Ia menempuh pendidikan Sarjana Akuntansi di UGM hingga 1984.Dia melanjutkan pendidikan ke S2 dan meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari Western Michigan University, Amerika Serikat pada 1991. Ainun juga meraih gelar doktor dari Temple University, Amerika Serikat pada 1996.
Baca Juga :
Profil dan Sejarah Ponpes Tambakberas Jombang, Lokasi Muktamar ke-35 NU yang Berdiri Sejak 1825
Bendara Umum Baru PBNU Ainun Na'im. DOK NU Online
Karier Ainun Na'im
Setelah menyelesaikan pendidikan, dia berkarier sebagai akademisi di UGM. Ainun dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM pada 2010.Dalam pidato pengukuhan guru besarnya, Ainun membahas pengambilan keputusan, pertimbangan, dan bias. Menurut dia, pengambilan keputusan merupakan proses kompleks karena selalu menghadapkan seseorang pada risiko yang dapat memengaruhi proses pertimbangan.
Ainun sebagai akademisi berkonsentrasi pada bidang akuntansi, khususnya manajemen akuntansi serta akuntansi, audit, dan akuntabilitas.
Ia juga pernah menjabat Wakil Rektor Senior UGM Bidang Administrasi, Keuangan, dan Sumber Daya Manusia.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian penting dari rekam profesional Ainun sebelum dipercaya menjadi Bendahara Umum PBNU.
Karier profesional Ainun Na'im dimulai di dunia korporasi. Ia pernah menjabat Direktur Keuangan Pertamina pada 2000-2003.
Setelah itu, ia kembali ke lingkungan akademik dengan menjabat Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM pada 2004-2007. Ia kemudian dipercaya sebagai Wakil Rektor UGM pada 2007-2011.
Ia juga memiliki pengalaman sebagai bagian dari jajaran komisaris Bank BPD DIY. Ainun tercatat berada di jajaran dewan komisaris bank tersebut sejak 2009, dengan masa jabatan terakhir sebagai Komisaris Utama Independen pada periode 2023-2027.
Di pemerintahan, Ainun pernah menjabat Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi pada 2014-2019. Pada 16 Desember 2019, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim melantiknya sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menggantikan Didik Suhardi. Dia kemudian digantikan Suharti pada Agustus 2021 setelah memasuki masa pensiun.
Ainun juga pernah menjadi Dewan Pengawas Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada 2014-2018. Di lingkungan profesi akuntansi, Ainun pernah memimpin Kompartemen Akuntan Pendidik Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan duduk di Dewan Pengurus Nasional IAI pada 2014-2018.
Selama memimpin LPT PBNU, Ainun mendorong penataan sistem pendidikan tinggi NU melalui kolaborasi, peningkatan mutu, akreditasi, dan penguatan perguruan tinggi NU.
Pengalaman panjang di bidang akuntansi, administrasi dan keuangan, pemerintahan, korporasi, serta pengelolaan pendidikan tinggi menjadi bagian dari perjalanan Ainun Na'im sebelum dipercaya menduduki posisi Bendahara Umum PBNU masa khidmah 2026-2031.
Kini, pengalaman yang ia peroleh selama puluhan tahun di bidang akademik, akuntansi, pemerintahan, dan organisasi akan menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya di PBNU.