"Mungkin kita perlu mengetahui indikator impact yang sudah mereka lakukan. Kalau seperti sekarang sangat susah kita berdebat si A kontribusi, si B tidak kontribusi," kata Aditya, dalam Scholarship Talk, dikutip Sabtu, 27 Februari 2026.
Saat ini, beberapa alumni LPDP banyak yang mengunggah bentuk kontribusinya di media sosial. Namun, kata Aditya, bukan hal semacam itu bentuk dampak yang ingin diukur.
"Harus ada indikator yang jelas, jangan liatnya dari sosmed, sosmednya penuh, berarti sibuk, kan enggak," sebut dia.
Menurut Aditya, para alumni LPDP khususnya yang studi di luar negeri mestinya bisa berdampak secara luas. Tak hanya secara teoritis tapi juga secara budaya.
"Jadi kemampuannya itu harus lengkap, skill-nya terbentuk dari budaya dia selama di luar negeri itu pun bisa menjadi bahan bakar bagus buat yang ada di Indonesia," terangnya.
Lebih lanjut, ia berharap para alumni LPDP juga mendapat ruang untuk bisa berdampak bagi bangsa. Karena ia meyakini di setiap penerima beasiswa LPDP akan selalu ada rasa gemuruh dalam dada untuk mengabdi.
"Saya masih yakin, dada kita akan bergemuruh apalagi waktu di luar negeri saat maasih studi waktu dengan Indonesia Raya itu pasti ada rasa ingin mengabdi. Saya yakin idealis masa itu yang harus tetap hidup," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News