Konsultan pendidikan dan transformasi di PT Paragon Technology and Innovation Mharta Adji Wardana. DOK ITB
Konsultan pendidikan dan transformasi di PT Paragon Technology and Innovation Mharta Adji Wardana. DOK ITB

Komunikasi Jadi Kunci Keberhasilan di Lingkungan Kerja

Pendidikan pendidikan karier ITB Komunikasi Publik
Renatha Swasty • 10 Mei 2022 21:12
Jakarta: Konsultan pendidikan dan transformasi di PT Paragon Technology and Innovation Mharta Adji Wardana menyampaikan pentingnya komunikasi di lingkungan kerja. Hal itu menjadi kunci keberhasilan.
 
“Kita semua adalah coach dan punya kekuatan dan kompetensi untuk berkomunikasi dengan baik,” kata Mharta dalam webinar pre-event ITB Virtual Integrated Career Days 2022 berjudul “Meaningful Communication in the Workplace” dikutip dari itb.ac.id, Selasa, 10 Mei 2022.
 
Lulusan Matematika ITB itu menuturkan proses transformasi individu tidak mudah dan singkat. Segala aspek di lingkungan akan bergantung pada orang-orang yang terlibat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menyebut membangun komunikasi bermakna dapat menciptakan suasana nyaman tanpa adanya miskomunikasi. Sehingga, komunikasi baik dapat membantu diri sendiri dan orang-orang sekitar untuk menjadi versi lebih baik.
 
Mharta mengilustrasikan pentingnya komunikasi sebagai alat pengembangan diri di lingkungan kerja dengan model WHY (What, How, Yes). What mendeskripsikan hal-hal yang akan dipelajari lewat komunikasi, sedangkan How adalah cara implementasi hal-hal yang sudah dipelajari. Bagian terakhir yaitu Yes menggambarkan berbagai perbaikan yang dapat dilakukan dalam komunikasi.
 
Dia menjelaskan berdasarkan Framework OCAI (Organizational Culture Assessment Instrument), kultur dunia kerja dapat didefinisikan dari segi fleksibilitas, fokus, eksternal, dan internal. Pemetaan untuk bagian What ini menentukan gaya dan suasana lingkungan kerja di organisasi tertentu: adhokrasi (fleksibel-eksternal), klan (fleksibel-internal), market-oriented (terfokus-eksternal), dan hierarkis (terfokus-internal).
 
Dari sini, cara komunikasi antarkaryawan dan atasan juga dapat dibayangkan dengan konteks kultur kerja yang sudah ada untuk menyimak penyampaian informasi dari orang-orang. Selain itu, versi personal kultur kerja dapat ditentukan lewat framework DISC (Dominance, Influence, Steadiness dan Conscientiousness).
 
DISC mengklasifikasi perilaku karyawan berdasarkan preferensi bekerja berbasis tugas atau masyarakat. Karena itu, pemetaan ini membantu dalam pemberian respons atau tanggapan dari gaya komunikasi atasan yang berinteraksi secara langsung.
 
Seseorang dinilai berkarakter baik jika gaya komunikasi dapat membuat orang-orang sekitar nyaman dan melihat mereka dalam hal positif. Berikutnya, bagian How mengelaborasikan cara-cara untuk memenangkan hati orang-orang di lingkungan kerja.
 
Hal ini dapat dicapai lewat menghargai orang-orang tersebut. Dalam coaching, menghargai orang dilakukan dengan dua prinsip yang harus diingat, yaitu pemilihan kata dan nada yang tepat untuk mengekspresikan rasa bersyukur terhadap mereka.
 
Walaupun dalam teori tampak mudah, miskomunikasi sering menjadi salah satu permasalahan dalam strategi ini. Fokus dalam inti percakapan dengan backtracking dapat menghalangi permasalahan ini terjadi sehingga memberi pandangan perkataan mereka diperhatikan dan didengar.
 
Sudut pandang seorang coach dapat membantu pada implementasi What dan How, di mana mereka harus peduli, optimis, sadar akan lingkungan sekitar, harmonis dan memiliki mentalitas berkecukupan. Kelima karakter ini membantu dalam pendekatan komunikasi yang baik dan efektif karena dapat menghormati lawan bicara sekaligus mendorong mereka untuk berusaha lebih baik.
 
Bagian Yes yang terakhir dari model pendekatan komunikasi memaparkan metode-metode dan ekspresi peningkatan dalam berkomunikasi dengan orang lain. Contohnya adalah lebih sering belajar dan pengulangan dalam strategi komunikasi. Pelatihan ini dapat membantu untuk lebih peduli terhadap orang lain dan mendengar perkataan mereka dengan teliti.
 
Baca: Kerja Masih Jadi Beban? Begini Cara Temukan Passion dalam Bekerja
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif