Rektor Unpad, Rina Indiastuti saat kunjungan ke Universitas Hasselt, Belgia. Foto: Dok. Unpad
Rektor Unpad, Rina Indiastuti saat kunjungan ke Universitas Hasselt, Belgia. Foto: Dok. Unpad

Kunjungan ke Belgia, Rektor Unpad Perkuat Kerja Sama dengan Universitas Hasselt

Citra Larasati • 26 Juni 2022 20:43
Jakarta:  Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad), Rina Indiastuti menuntaskan lawatannya ke Belgia dengan mengunjungi kampus Universitas Hasselt.  Kunjungannya ke Universitas Hasselt digelar untuk membahas kelanjutan dan potensi kerja sama yang bisa meningkatkan rekognisi Unpad di tingkat internasional.
 
Pada pertemuan tersebut, Rina didampingi Direktur SDM Unpad, Aulia Iskandarsyah, Wakil Dekan Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Riset FMIPA juga koordinator kerja sama dengan Universitas Hasselt, Yudhie Andriyana, serta Dosen Departemen Statistika Unpad, Toni Toharudin. Sementara dari pihak Uhasselt hadir secara langsung Rektor Bernard Vanheusden, Wakil Rektor Bidang Edukasi, Wanda Guedens, serta PIC Kolaborator Uhasselt, Anneleen Verhasselt.
 
Ada dua agenda utama kunjungan Rektor ke Universitas Hasselt, yaitu mengenalkan program internasionalisasi Unpad serta penyampaian program kerja sama dengan Universitas Hasselt saat ini dan potensi ke depan. Mengenai internasionalisasi, Rektor menjelaskan berbagai aktivitas internasionalisasi yang saat ini sedang dijalankan Unpad.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebagai kampus yang masuk jajaran 10 besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia ini telah menunjukkan potensi dan capaiannya dalam setiap kerja sama internasional, baik dalam kegiatan penelitian maupun kerja sama akademik. Sementara mengenai aktivitas kerja sama, Rina menyampaikan berbagai capaian dari kegiatan yang sudah dilakukan dengan Universitas Hasselt.
 
Sebagai implementasi dari Nota Kesepahaman yang sudah ditandatangani kedua belah pihak, telah ditandatangani pula dokumen Perjanjian Kerja sama oleh Dekan FMIPA Unpad, Iman Rahayu.  Kegiatan utama dari Perjanjian Kerja Sama tersebut adalah pelaksanaan program Joint Course yang sedang berjalan di Prodi Magister Statistika Terapan FMIPA Unpad dengan Program Master of Statistics and Data Science di Universitas Hasselt pada Semester Genap tahun akademik 2021/2022.
 
"Kegiatan ini memiliki beberapa kontribusi positif bagi kedua belah pihak. Mulai dari pertukaran dosen asing, rekognisi staf di tingkat internasional, serta diperolehnya inbound dan outbound student," kata Rina dilansir dari laman Unpad, Minggu 26 Juni 2022.
 
Dosen pengampu dari pihak Unpad, yaitu Yudhie Andriyana, sedangkan dari pihak Universitas Hasselt, yaitu Liesbeth Brucer. Program ini tercatat dalam sistem akademik kedua belah pihak.
 
Tidak hanya dosen pengampu, tetapi juga para mahasiswa peserta program tersebut. Selain program Joint Course, teradap juga beberapa kegiatan kerja sama lainnya, seperti joint supervision yang sudah dan sedang berjalan saat ini.
 
Pada kesempatan tersebut, Anneleen menyampaikan juga adanya program “Thesis in the South”, yaitu penawaran topik tesis dan bimbingan mahasiswa Universitas Hasselt oleh calon supervisor di Indonesia. Dalam dua tahun terakhir, kegiatan ini sudah berjalan.
 
Mahasiswa Universitas Hasselt telah dilakukan bimbingan oleh Yudhie Andriyana. Di tahun pertama, mahasiswa bimbingan tersebut berhasil mendapatkan penghargaan sebagai tesis terbaik di Universitas Hasselt. Penghargaan serupa juga diperoleh di tahun berikutnya.
 
Capaian ini mendapat apresiasi penuh dari Rektor, Bernard Vanheusden, sehingga kerja sama dengan Unpad harus terus berlanjut. Rangkaian kerja sama saat ini juga tidak lepas dari dukungan beberapa hibah yang sudah diperoleh.
 
Diawali dengan hibah “Global Minds pada 2018 oleh Yudhie, kemudian kembali mendapatkan hibah “South Initiatives” periode 2019-2022. Sebagai upaya lanjutan, prodi Magister Statistika Terapan bersama tim Departemen Biologi Unpad kembali mengajukan proposal hibah lainnya.
 
Rina mengharapkan adanya kerja sama bidang riset dan akademik ke tahap yang lebih intensif. Khusus akademik, Ia mendorong potensi kerja sama Double Degree antara prodi di Unpad dan di Universitas Hasselt. Tawaran ini direspons baik oleh pihak Uhasselt dengan menyampaikan berbagai skema pendanaan, salah satunya BOF-Bila, yaitu program gelar ganda di program Doktor yang mewajibkan mahasiswa tinggal selama tiga bulan setiap tahun untuk melaksanakan riset di Belgia.
 
Di sisi lain, Rektor juga menyampaikan berbagai skema pendanaan internal Unpad, seperti hibah Riset Disertasi Doktor Unpad (RDDU) yang memungkinkan mahasiswa Doktor dapat melakukan kunjungan singkat di Universitas Hasselt.
 
Sementara itu, Aulia juga menyampaikan mengenai program Adjunct Professor yang memungkinkan adanya staf dari Uhasselt mengambil bagian dari program ini. Antusiasme kedua belah pihak menunjukkan peluang besar bagi penguatan dan pengembangan kerja sama Unpad dengan Universitas Hasselt di masa datang.
 
Baca juga: SBMPTN 2022, Prodi Ilmu Komunikasi Catat Persaingan Terketat di Unpad
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif