Plt. Dirjen PAUD Dikdasmen, Kemendikbud, Harris Iskandar. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
Plt. Dirjen PAUD Dikdasmen, Kemendikbud, Harris Iskandar. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan

Portal BOS Akan Disulap Layaknya 'Platform Fintech'

Pendidikan Anggaran Pendidikan Dana Bos
Muhammad Syahrul Ramadhan • 12 Februari 2020 12:00
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mengembangkan portal Bantuan Operasional Sekolah (BOS) menjadi sebuah platform yang bisa memeriksa penggunaan uang. Pasalnya, portal BOS bos.kemdikbud.go.id yang ada selama ini hanya dapat mengetahui pembelanjan dana BOS.
 
Pengembangan ini sebagai bentuk tindak lanjut Program 'Merdeka Belajar' episode ketiga yang baru saja diluncurkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Dasar Menengah (Plt Dirjen PAUD Dikdasmen) Kemendikbud, Harris Iskandar, menyebut pengembangan portal BOS tersebut nanti akan dibuat layaknya platform Fintech atau Teknologi Finansial.
 
"Nantinya itu seperti platform itu kita bisa memonitor untuk memeriksa penggunaan uangnya. Itu seperti fintech sekarang yang bisa diketahui juga pembelanjaannya," kata Harris di Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 11 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan platform tersebut diharapkan bisa menjawab pertanyaan untuk menghindari kemungkinan kongkalikong antara Kepala Sekolah dengan Dinas Pendidikan.
 
Harris juga menjelaskan, untuk kebijakan BOS teranyar ini, Kepala Sekolah akan mendapatkan pembinaan. Pembinaan bisa dilakukan di dalam organisasi Kepala Sekolah, yakni Forum Komunikasi Kepala Sekolah.
 
"Ada pembinaan. Mereka juga sudah punya organisasi sendiri, ada FKKN. Manajamen kepala sekolah juga akan terus kita tingkatkan. Tentu, ada pembinaan terus menerus dari berbagai pihak. Pembinaan juga di daerah melalui manajemen berbasis sekolah," terangnya.
 
Sebelumnya, Kemendikbud kembali menerbitkan episode terbaru kebijakan 'Merdeka Belajar', yakni berisi pokok-pokok kebijakan baru tentang mekanisme penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 2020.
 
Pokok kebijakan tersebut terbagi atas empat kebijakan. Keempatnya telah masuk dalam Permendikbud nomor 8 tahun 2020. Kebijakan tersebut di antaranya mengubah skema penyaluran dana BOS yang bakal langsung ditransfer ke rekening sekolah.
 
"Yang sebelumnya, penyaluran dana ke sekolah dari Kementerian Keuangan melalui Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Provinsi, kini penyaluranya dari Kemenkeu langsung ke rekening sekolah," kata Nadiem di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin 10 Februari 2020.
 
Selain itu, penggunaan dana BOS juga akan dibuat fleksibel dengan melonggarkan batas atas penggunaan dana BOS sebesar maksimal 50 persen untuk membayar gaji guru honorer. Hal itu sebagai langkah awal untuk meningkatan kesejahteraan guru-guru honorer.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif