Kerusakan infrastruktur dampak bencana gempa bumi pada bangunan terminal penumpang Pelabuhan Lorensius Say, Maumere, Sikka, NTT, Kamis, 20 Agustus 2026. Foto: MI/Usman Iskandar
Kerusakan infrastruktur dampak bencana gempa bumi pada bangunan terminal penumpang Pelabuhan Lorensius Say, Maumere, Sikka, NTT, Kamis, 20 Agustus 2026. Foto: MI/Usman Iskandar

Edukasi Bencana: Pengertian Gempa Bumi, Jenis-Jenisnya, dan Langkah Selamatkan Diri

Renatha Swasty • 24 Agustus 2026 19:03
Ringkasnya gini..
  • Gempa bumi mengguncang Flores, NTT pada 22 Agustus 2026, menyebabkan puluhan korban jiwa dan ratusan ribu warga terpaksa mengungsi.
  • Gempa bumi dipicu pelepasan energi tiba-tiba di dalam bumi yang dapat dibedakan menjadi gempa tektonik, vulkanik, runtuhan, hingga buatan.
  • Mitigasi bencana mencakup persiapan jalur evakuasi, perlindungan diri saat guncangan, hingga pemeriksaan risiko bangunan pascagempa.
Jakarta: Gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu 22 Agustus 2026 menyebabkan 90 orang meninggal dunia dan 150.576 orang mesti mengungsi. Sebanyak 5.832 personel TNI, 238 personel Polri, dan 903 relawan dari 104 lembaga dikerahkan untuk membantu proses penanganan di lapangan.
 
Gempa bumi merupakan salah satu bencana yang dapat terjadi kapan saja dan sulit diprediksi. Karena itu, pengetahuan mengenai jenis, dampak, serta langkah mitigasi gempa bumi penting diketahui agar masyarakat dapat lebih siap menghadapi situasi darurat.
 
Yuk kenalan lebih jauh dengan gempa bumi dan mitigasinya berikut ini dikutip dari edukasi yang dibagikan Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). 

Pengertian gempa bumi

Gempa bumi merupakan peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba. Peristiwa tersebut ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi.

Akumulasi energi yang menyebabkan terjadinya gempa bumi dapat menghasilkan pergerakan lempeng tektonik. Energi tersebut kemudian dipancarkan ke segala arah melalui gelombang gempa sehingga getarannya dapat dirasakan hingga ke permukaan bumi.

Jenis-jenis gempa bumi

Gempa bumi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:
  1. Gempa tektonik
  2. Gempa vulkanik
  3. Gempa runtuhan
  4. Gempa tumbukan
  5. Gempa buatan
Selain menimbulkan getaran atau guncangan tanah, gempa bumi juga dapat menyebabkan berbagai dampak. Beberapa di antaranya adalah getaran atau guncangan tanah, likuifaksi, tanah longsor di daerah perbukitan atau lereng, bahaya sekunder (arus pendek, gas bocor yang menyebabkan kebakaran, dll), tsunami. 
 

Langkah mitigasi sebelum gempa

  1. Kenali risiko gempa bumi dan pastikan rumah memiliki struktur serta lokasi yang aman dari bahaya.
  2. Kenali lokasi pintu, tangga darurat, dan tempat berlindung serta pelajari P3K dan penggunaan alat pemadam kebakaran.
  3. Pastikan perabotan tertata dan terikat dengan aman serta selalu periksa dan matikan sumber listrik, gas, dan air bila tidak digunakan.
  4. Letakkan benda berat di bagian bawah dan pastikan benda yang tergantung tidak mudah jatuh saat gempa terjadi.
  5. Sediakan kotak P3K, senter, radio, makanan, dan air sebagai perlengkapan untuk menghadapi keadaan darurat.

Langkah mitigasi saat terjadi gempa

  1. Jika berada di dalam bangunan, lindungi kepala dan tubuh dari kemungkinan tertimpa reruntuhan dengan berlindung di tempat yang aman. Setelah kondisi memungkinkan, keluar dari bangunan dengan tetap memperhatikan keselamatan.
  2. Jika berada di luar bangunan atau area terbuka, jauhi bangunan, tiang listrik, dan pohon. Waspadai pula kemungkinan adanya rekahan atau pergeseran tanah.
  3. Bagi yang sedang mengendarai mobil, kendaraan sebaiknya dihentikan di tempat yang aman. Setelah itu, keluar dan menjauh dari mobil serta tetap mewaspadai rekahan atau pergeseran tanah.
  4. Sementara itu, masyarakat yang berada di kawasan pantai perlu segera menjauh dari pantai dan menuju tempat yang lebih tinggi untuk menghindari risiko tsunami. Bagi yang tinggal di daerah pegunungan, segera menjauh dari lereng atau area yang berisiko mengalami longsor akibat gempa.

Langkah mitigasi setelah terjadi gempa 

Setelah gempa, masyarakat dianjurkan keluar dari bangunan dengan tertib melalui tangga biasa apabila berada di dalam bangunan. Lingkungan sekitar juga perlu diperiksa untuk memastikan tidak terdapat kebakaran, kebocoran gas, kebocoran listrik, maupun kondisi lain yang membahayakan.
 
Jangan memasuki bangunan yang mengalami kerusakan karena masih terdapat risiko bangunan runtuh. Area yang terdampak gempa juga sebaiknya dihindari karena gempa susulan masih dapat terjadi.
 
Informasi dari sumber resmi perlu menjadi acuan. Masyarakat diimbau tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya.
 
Selain itu, masyarakat dapat mengisi angket dari instansi terkait untuk membantu pendataan kerusakan akibat gempa. Dalam menghadapi situasi pascabencana, tetap tenang dan tidak panik juga menjadi hal penting.
 
Dengan mengenali risiko, mempersiapkan diri, serta mengetahui langkah yang tepat sebelum, saat, dan setelah gempa, masyarakat dapat mengurangi risiko dan menjaga keselamatan diri maupun orang-orang di sekitarnya. Semoga informasi ini bermanfaat yaa. (Levina Fidelia)
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan