Ilustrasi  gempa bumi. Foto: unsplash
Ilustrasi gempa bumi. Foto: unsplash

Cara Mengamankan Diri Saat Gempa Bumi, Ikuti Langkah Ini agar Tetap Selamat

Muhammad Syahrul Ramadhan • 22 Agustus 2026 00:28
Ringkasnya gini..
  • Gempa bumi dapat terjadi kapan saja sehingga masyarakat perlu memahami langkah penyelamatan yang tepat.
  • Metode Drop, Cover, Hold On menjadi salah satu cara yang direkomendasikan untuk melindungi diri saat gempa.
  • Kesiapsiagaan sebelum dan sesudah gempa dapat membantu mengurangi risiko korban akibat bencana.
Jakarta: Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan sulit diprediksi secara pasti. Ketika guncangan terjadi, kepanikan sering membuat seseorang mengambil keputusan yang justru dapat meningkatkan risiko bahaya.
 
Karena itu, memahami cara mengamankan diri saat gempa menjadi hal penting yang perlu diketahui masyarakat. Tindakan sederhana seperti mengetahui tempat berlindung, menjaga ketenangan, dan mengikuti prosedur evakuasi dapat membantu mengurangi risiko cedera.
 
Melansir laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), masyarakat diimbau untuk tetap tenang saat terjadi gempa dan melakukan langkah perlindungan diri yang tepat. Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana melalui edukasi mitigasi.

Persiapan Sebelum Gempa Terjadi

Upaya menyelamatkan diri saat gempa tidak hanya dilakukan ketika guncangan berlangsung, tetapi juga perlu dipersiapkan sebelumnya.

Masyarakat dapat melakukan beberapa langkah antisipasi, seperti mengenali kondisi bangunan tempat tinggal atau tempat kerja. Pastikan mengetahui lokasi pintu keluar, jalur evakuasi, serta area yang relatif aman untuk berlindung.
 
Selain itu, perabot rumah seperti lemari, rak, atau benda berat sebaiknya ditempatkan dengan aman agar tidak mudah jatuh ketika terjadi guncangan. Barang-barang yang mudah pecah juga perlu disimpan di tempat yang tidak membahayakan penghuni rumah.
 
Masyarakat juga disarankan menyiapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan penting, seperti air minum, makanan ringan, obat-obatan pribadi, senter, dokumen penting, serta perlengkapan darurat lainnya.
 
Memahami nomor darurat dan informasi resmi dari lembaga seperti BMKG dan BNPB juga menjadi bagian penting dari kesiapsiagaan.
   

Cara Mengamankan Diri Saat Gempa di Dalam Ruangan

Saat gempa terjadi ketika berada di dalam rumah, kantor, sekolah, atau gedung, langkah utama yang perlu dilakukan adalah tetap tenang dan melindungi tubuh.
 
Salah satu metode yang direkomendasikan dalam mitigasi gempa adalah Drop, Cover, Hold On.
 
Metode tersebut terdiri dari tiga langkah:
 
1. Drop atau menjatuhkan tubuh dengan posisi rendah agar tidak mudah kehilangan keseimbangan.
2. Cover atau berlindung di bawah meja atau benda kokoh untuk melindungi kepala dan tubuh dari benda yang jatuh.
3. Hold On atau berpegangan pada tempat perlindungan hingga guncangan berhenti.
 
Saat gempa berlangsung, hindari berdiri dekat jendela, kaca, lemari, atau benda tinggi yang berpotensi roboh. Jangan terburu-buru berlari keluar ketika bangunan masih berguncang karena risiko tertimpa benda lebih besar.
 
Jika berada di gedung bertingkat, jangan menggunakan lift saat terjadi gempa. Tunggu hingga kondisi aman dan ikuti arahan petugas atau prosedur evakuasi yang tersedia.

Tindakan Saat Gempa Terjadi di Luar Ruangan

Jika gempa terjadi ketika sedang berada di luar ruangan, segera cari tempat yang lebih terbuka dan jauh dari bangunan.
 
Masyarakat perlu menjauh dari gedung, papan reklame, tiang listrik, pohon besar, maupun benda lain yang berpotensi roboh.
 
Lindungi kepala dengan tangan atau benda yang tersedia untuk mengurangi risiko terkena material yang jatuh. Tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan setelah guncangan utama berhenti.
 
Bagi masyarakat yang sedang berada di kendaraan, sebaiknya menepi di lokasi aman dan berhenti sementara. Hindari berhenti di bawah jembatan, dekat bangunan tinggi, atau area yang memiliki risiko tertimpa benda.

Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Gempa

Dalam kondisi panik, beberapa orang dapat melakukan tindakan yang justru membahayakan keselamatan.
 
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah langsung berlari keluar saat gempa masih berlangsung. Pergerakan saat bangunan berguncang dapat meningkatkan risiko jatuh atau terkena benda yang roboh.
 
Selain itu, masyarakat juga tidak disarankan berdiri di dekat kaca, menggunakan tangga secara terburu-buru, atau kembali masuk ke bangunan yang belum dipastikan aman.
 
Jika terjadi gangguan komunikasi atau kepanikan di sekitar lokasi, masyarakat sebaiknya tetap mengikuti arahan petugas dan mencari informasi dari sumber resmi.

Langkah yang Perlu Dilakukan Setelah Gempa

Setelah guncangan berhenti, bukan berarti risiko telah sepenuhnya berakhir. Gempa susulan masih dapat terjadi sehingga masyarakat perlu tetap waspada.
 
Periksa kondisi diri sendiri dan orang di sekitar. Jika terdapat korban luka, lakukan pertolongan sesuai kemampuan atau segera meminta bantuan.
 
Apabila bangunan mengalami kerusakan, segera lakukan evakuasi dengan hati-hati. Hindari area yang memiliki tanda kerusakan seperti dinding retak, kabel listrik terputus, atau bau gas.
 
Masyarakat juga perlu mengikuti informasi terbaru dari BMKG, BNPB, maupun pemerintah daerah terkait kondisi gempa dan kemungkinan ancaman lanjutan.
 
Kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi merupakan tanggung jawab bersama. Gempa memang tidak dapat dicegah, tetapi risiko dampaknya dapat dikurangi dengan pengetahuan dan tindakan yang tepat.
 
Dengan memahami langkah perlindungan diri sebelum, saat, dan setelah gempa, masyarakat dapat lebih siap menghadapi bencana serta menjaga keselamatan diri maupun orang di sekitarnya.
 
(Ellen Octovia Suherman)
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>