Kampus UI ilus. DOK UI
Kampus UI ilus. DOK UI

Pamerkan Inovasi Hijau, Universitas Indonesia Unjuk Gigi di Forum Internasional THE GSDC 2026

Renatha Swasty • 24 Juni 2026 20:04
Ringkasnya gini..
  • UI hadir dalam Times Higher Education (THE) Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026.
  • Forum internasional ini untuk mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
  • Partisipasi UI dalam THE GSDC 2026 mencerminkan komitmen universitas untuk berkontribusi dalam penyelesaian berbagai tantangan global.
Jakarta: Universitas Indonesia (UI) mempromosikan program internasional, peluang kemitraan di bidang keberlanjutan, serta inovasi hijau karya sivitas akademika dalam Times Higher Education (THE) Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, pada 22–25 Juni 2026. 
 
Forum internasional ini mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
 
Keikutsertaan ini menjadi momentum bagi UI memperluas jejaring global, bertukar pengetahuan, mempelajari praktik terbaik dunia, dan menjajaki kolaborasi strategis dengan berbagai institusi internasional.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sumber Daya, Ahmad Gamal, tampil dalam sesi “Smart Cities for a Sustainable Tomorrow” pada 23 Juni 2026. Dalam forum tersebut, ia membahas pemanfaatan kecerdasan buatan dan data real-time untuk perencanaan kota, penguatan ketahanan infrastruktur terhadap risiko iklim, serta pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem kota cerdas yang berkelanjutan.
 
Melalui presentasinya yang berjudul “From Smart Technologies to Smart Urban Management: Lessons from Indonesia and the Global South”, ia menyoroti perubahan paradigma pembangunan kota cerdas. Menurut dia, keberhasilan smart city tidak lagi ditentukan oleh kecanggihan teknologi semata, melainkan oleh kemampuan memperkuat tata kelola perkotaan, mendorong keberlanjutan, dan menciptakan keadilan sosial.
  “Berdasarkan pengalaman Indonesia dan negara-negara Global South, berbagai tantangan perkotaan, seperti banjir, ketimpangan ruang, keterjangkauan hunian, degradasi lingkungan, dan lemahnya koordinasi antarlembaga, sering kali bukan disebabkan oleh kurangnya data, melainkan tentang bagaimana mengelola pertumbuhan kota dan menerjemahkan informasi menjadi kebijakan serta tindakan yang efektif,” ujar Gamal dalam keterangan tertulis dikutip Rabu, 24 Juni 2026. 
 
Gamal juga menekankan lima aspek utama pengembangan kota cerdas, antara lain tata kelola spasial berbasis data, pengelolaan pertumbuhan perkotaan, pengukuran keberhasilan melalui indikator keberlanjutan, penguatan ketahanan kota terhadap perubahan iklim, serta pengurangan kesenjangan agar manfaat teknologi dan pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.
 
Ia menegaskan evolusi konsep smart city menunjukkan pergeseran dari fokus pada pengumpulan data menuju kemampuan mengelola transformasi perkotaan secara menyeluruh. Kota yang berhasil di masa depan bukanlah kota dengan teknologi paling maju, melainkan kota yang mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan lingkungan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
 
Partisipasi UI dalam THE GSDC 2026 mencerminkan komitmen universitas untuk berkontribusi dalam penyelesaian berbagai tantangan global. Melalui forum ini, UI memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Indonesia maupun tingkat global.

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA