Siswa tengah membaca buku pelajaran di dalam kelas. Foto:  Kemendikbud/Dok. BKLM.
Siswa tengah membaca buku pelajaran di dalam kelas. Foto: Kemendikbud/Dok. BKLM.

Pengamat: Kualitas Pendidikan Turun Selama Pandemi

Pendidikan Virus Korona Kualitas Pendidikan
Ilham Pratama Putra • 01 Juli 2020 09:09
Jakarta: Pengamat Pendidikan Perguruan Taman Siswa, Darmaningtyas menyebut kualitas pendidikan di masa pandemi covid-19 dipastikan turun. Menurutnya, hal itu fakta kualitas pendidikan yang tak bisa diperdebatkan lagi.
 
"Banyak sekolah yang tidak menuntaskan pembelajaran. Dengan begitu Saya sepakat jika kualitas pendidikan pasti turun, tidak usah diperdebatkan lagi," ungkap Darmaningtyas dalam Diskusi Daring bertema "Mas Nadiem Bisa Apa?", Selasa malam, 30 Juni 2020.
 
Terlebih ada sekolah yang tidak bisa menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara optimal. Dalam catatan Kemendikbud, kata dia, bahkan ada puluhan ribu sekolah yang terhambat PJJ hanya gara-gara permasalahan internet dan listrik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak ada sinyal (internet) itu di 19.277 sekolah. Tidak ada listrik yang tentu saja sudah tidak internet ada 35.002 sekolah. Jadi total sekolah bermasalah ada 54.279," ungkapnya.
 
Baca juga:Pembelajaran Jarak Jauh Harus Dibarengi Penyederhanaan Kurikulum
 
Karena itu PJJ di masa pandemi covid-19 ini seolahmembuat pendidikan, sekolah khususnya menjadi tidak berdaya. Terlebih lagi karena Kemendikbud tidak memberikan solusi terhadap infrastrukturnya. Saat seperti itu, Darmaningtyas menganggap sekolah sama saja dengan libur.
 
Untuk itu, ia meminta Mendikbud, Nadiem Makarim untuk lebih membuka mata. Persoalan PJJ bukan hanya perkara penyediaan subsidi pulsa.
 
"Tapi juga harus pecahkan masalah ini (infrastruktur). Harus ada koordinasi dengan kementerian lain untuk ini," terang dia.
 
Selain itu terdapat pula persoalan mendasar. Nadiem dianggap tidak memiliki kemampuan mencari program pendidikan yang baik di masa pandemi.
 
"Menentukan program ini kan mestinya kuat dulu datanya. Ini Kementerian seolah tidak punya resources yang baik. Tidak memiliki data dan identidikasi sekolah mana saja yang terdampak, berapa banyak guru yang kesulitan," ujarnya.
 
Akhirnya Kemendikbud kesulitan dalam mengejar keberhasilan Belajar dari Rumah, baik itu belajar daring maupun Pembelajaran Jarak Jauh. Selanjutnya Nadiem juga terlalu banyak membayar platform layanan pendidikan swasta untuk menunjang berjalannya roda pendidikan.
 
"Padahal kita punya platform sendiri seperti Rumah Belajar. Kenapa kita harus memprioritaskan kerja sama dengan swasta-swasta seperti Ruang Guru. Kita punya source sendiri untuk mobilisasi PJJ, tapi tidak dimaksimalkan," sesalnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif