Wakil Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Satriwan Salim. Foto: Dok. Pribadi
Wakil Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Satriwan Salim. Foto: Dok. Pribadi

FSGI: Hanya Sedikit Guru Honorer yang Punya BPJS Ketenagakerjaan

Pendidikan Kesejahteraan Guru Guru Honorer
Muhammad Syahrul Ramadhan • 26 Agustus 2020 19:21
Jakarta: Wakil Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Satriwan Salim mengungkapkan, bahwa banyak guru honorer yang tidak memiliki BPJS Ketenagakerjaan. Akibatnya, jika pencairan subsidi gaji menggunakan basis data BPJS Ketenagakerjaan, maka mereka terancam tidak bisa menerima bantuan sebesar Rp600 ribu tersebut.
 
“Usut punya usut, banyak guru bukan hanya guru honorer, guru umum pun banyak yang belum memilki BPJS Ketenagakerjaan, kalau BPJS Kesehatan umumnya punya,” terang Satriwan kepada Medcom.id, Rabu, 26 Agustus 2020.
 
Kondisi ini, lanjut Satriwan, juga dibenarkan oleh guru honorer yang ada dalam jaringan FSGI lainnya. Guru tersebut tidak memiliki BJPS Ketenagakerjaan, sehingga terancam tidak bisa menerima subsidi gaji tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Laporan dari jaringan FSGI, guru honorer SMPN di Blitar, WA (WhatsApp) Saya. Pak Satriwan Saya enggak bisa dapat karena Saya tidak memiliki BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.
 
Untuk itu, katanya, meski sangat teknis, harusnya insentif tersebut bisa diberikan secara merata kepada semua guru honorer. Tanpa harus ada syarat memiliki BPJS Ketenagakerjaan.
 
Baca juga:Guru Honorer Berharap Tak Ada Syarat Sulit untuk Subsidi Gaji
 
Sebab, guru honorer selama ini sudah bekerja keras. Bahkan, sebelum pandemi virus korona ini terjadi.
 
“Bagi Saya sekarang untuk mempermudah agar dan segera ini dapat dinikmati oleh kawan-kawan guru honorer kita di lapangan. Mengingat jasa mereka sudah sangat besar, baik sebelum pandemi maupun di masa pandemi, maka langsung saja ke rekening guru tersebut,” terangnya.
 
Nantinya, kata Satriwan, untuk pencairan cukup menghimpun data dari sekolah atau satuan pendidikan. “Nanti satuan pendidikan menyerahkan ke Kemendikbud atau menyerahkannya lewat Dinas Pendidikan, harapanya basis datanya bukan BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.
 
Sebelumnya, Menteri Keungan Sri Mulyani menyebut bahwa guru honorer juga direncanakan mendapat subsidi gaji sebesar Rp600 ribu. Rencanannya subsidi tersebut akan dicairkan pekan ini.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif