Penggambaran kearifan lokal komunitas Sedulur Sikep (Saminisme) Blora, Jawa Tengah, melalui pagelaran teatrikal. MI/Akhmad Safuan
Penggambaran kearifan lokal komunitas Sedulur Sikep (Saminisme) Blora, Jawa Tengah, melalui pagelaran teatrikal. MI/Akhmad Safuan

Kemendikbudristek: Perjuangan Samin Menjadi Gerakan Kemanusiaan

Ilham Pratama Putra • 15 Maret 2022 15:15
Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memperingati satu abad perjuangan Samin Surosentiko. Samin dikenal sebagi tokoh ikonik bagi masyarakat di Kabupaten Blora.
 
Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid, mengatakan perjuangan Samin punya bekas mendalam bagi masyarakat Blora. Hilmar menyebut gerakan Samin ialah gerakan terhadap kemanusiaan.
 
"Gerakan yang khas ini kadang disalahpahami dianggap gerakan perlawanan terhadap kolonial saja, tapi sesungguhnya gerakan ini adalah gerakan kemanusiaan," kata Hilmar dalam konferensi pers daring, Selasa, 15 Maret 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hilmar menuturkan gerakan kemanusiaan yang dibawa Samin sejatinya juga membawa pesan kemuliaan bagi sesama manusia. Gerakan memuliakan hubungan antar manusia itu selanjutnya dapat dihubungkan dengan kedekatan manusia dengan alam.
 
"Memuliakan hubungan manusia dengan alam dan sesamanya ini tentu adalah catatan yang penting untuk masa sekarang," papar dia.
 
Hilmar menyebut gerakan Samin masih relevan di zaman sekarang. Dia mencontohkan pandemi covid-19.
 
"Covid-19 misalnya pandemi ini juga terkait dengan kesalahan manusia dengan alam. Ada ketidakarifan di manusia dengan alam di dalamnya, ketika kearifan ditinggalkan maka kerusakan terjadi dan kita memetik hasilnya berupa pandemi," kata dia.
 
Dia berharap ketika kembali mempelajari sejarah Samin, ada nilai kearifan yang dapat dipetik. "Semoga sumber sejarah ini menjadi rujukan kalau kehidupan modern harus dikembangkan dalam batas, sekaligus juga melihat relevansi masa lalu untuk masa sekarang," tutur dia.
 
Baca: Saminisme Dikukuhkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif