Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid. Foto: Zoom
Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid. Foto: Zoom

Program Prioritas Kebudayaan 2021

6 Program Prioritas Kebudayaan, Jalur Rempah Hingga BLU Museum

Pendidikan kebudayaan museum Kebijakan pendidikan
Ilham Pratama Putra • 11 Januari 2021 14:31
Jakarta:  Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyiapkan enam program prioritas di 2021. Mulai dari Jalur Rempah hingga program menuju Badan Lembaga Umum (BLU) Museum.
 
"Di tahun 2021 ini, ada enam program, Jalur Rempah, Desa Pemajuan Kebudayaan, Repatriasai Cagar Budaya, Media Kebudayaan, Advokasi Masyarakat Adat, dan BLU Museum," sebut Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid dalam Taklimat Media Program 2021 Ditjen Kebudayaan yang digelar secara daring, Senin, 11 Januari 2021.
 
Untuk program Jalur Rempah, pihaknya telah melakukan pemetaan sejak 2020. Titik-titik jalur rempah yang bakal disambangi pun tinggal diimplementasikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk dilihat potensi kerja sama untuk mengangkat Jalur rempah ini. Untuk berlayar mungkin di tengah tahun itu bekerja sama dengan AL untuk mengarungi titik di Indonesia. Tapi kita masih mengikuti perkembangan penanganan pandemi," kata dia.
 
Kemudian, program Desa Pemajuan Kebudayaan juga akan kembali dilanjutkan pada 2021. Pihaknya akan terjun ke sekitar 350 desa untuk mengenal potensi yang ada.  Kemudian dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.
 
"Selanjutnya, Repatriasi Benda Cagar Budaya, pengambilan kembali koleksi museum di Belanda dalam jumlah besar, ini sudah cukup jauh pembicaraanya.  Kita sedang membentuk sebuah komite, tugasnya adalah untuk meneliti koleksi museum di Belanda untuk dikembalikan ke Indonesia," jelasnya.
 
Baca juga:  Ricko Mahulette, Korban Sriwijaya Alumnus Unhas dan ITB yang Gigih
 
Sementara itu, program Media Kebudayaan juga digagas untuk membuat siaran kebudayaan. Pada 2021 ini, Hilamr menyebut akan berkonsolidasi dengan seluruh sumber daya yang ada untuk menghadirkan program Kemendikbud di media, seperti stasiun televisi hingga YouTube.
 
"Dan ada kanal khusus juga. Tugasnya adalah membangun narasi ke-Indonesia-an," kata dia.
 
Lalu, pada program Advokasi Masyarakat Adat. Program ini akan beririsan dengan program Desa Pemajuan Kebudayaan.
 
Praktik dari program Advokasi Masyarakat itu adalah untuk menangani sejumlah kasus di masyarakat adat. Mulai dari pemanfaatan lahan di daerah yang tumpang tindih dengan lahan perusahaan sehingga menimbulkan konflik.
 
"Tidak lain tujuannya adalah membuka jembatan komunikasi antara para pihak, jadi kegiatan masyarajat adat ini tetap berlangsung yang ada di lahan. Tentunya juga untuk mengangkat, bahwa kehadiran adat ini justru punya kontribusi besar," tambahnya.
 
Terakhir, Hilmar pun menerangkan soal pembentukan BLU Museum untuk transformasi kelembagaan. Gunanya peningkatan layanan publik. Dia memberi contoh penjualan tiket hingga merchandise museum melalui daring.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif