Petani garam memanen garam dari kolam kolam di Kecamatan Panceng, Gresik, Jawa Timur, Sabtu (29/10). Foto:  MI/Gino Hadi
Petani garam memanen garam dari kolam kolam di Kecamatan Panceng, Gresik, Jawa Timur, Sabtu (29/10). Foto: MI/Gino Hadi

BPPT Kembangkan Teknologi Pembuatan Garam Industri

Intan Yunelia • 14 November 2019 12:37
Jakarta: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tengah mengembangkan teknologi pembuatan garam industri. Kebutuhan garam industri nantinya dipasok dari para petani garam lokal sehingga tidak lagi mengandalkan impor.
 
“BPPT saat ini sedang mengembangkan teknologi pembuatan garam industri. Insya Allah bulan depan diresmikan pabriknya yang intinya menggunakan garam rakyat,” kata Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Bambang Brodjonegoro di Kantor BPPT, Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu, 13 November 2019.
 
Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) itu mengatakan, saat ini kualitas garam dari petani lokal masih belum memenuhi kualifikasi garam industri. Kualitasnya masih rendah dibandingkan dengan garam industri impor.

“Yang dilakukan BPPT adalah mengangkat nilai garam ini, garam rakyat tadi menjadi garam industri dengan teknologi yang dikembangkan oleh BPPT,” ujar Bambang.
 
Ia berharap dengan kerja sama antara garam petani dengan garam industri akan menghasilkan inovasi yang sehat dan saling menguntungkan antara kedua belah pihak. Harga garam yang diterima petani lokal pun tidak anjlok.
 
“Harapannya nanti petani aman karena ada off taker-nya (pembeli) yaitu si pabrik garam ini yang bekerja sama dengan petani garam nah nanti kebutuhan garam industri terutama industri dalam negeri untuk makanan dan lainnya juga akan aman,” tuturnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA