Demonstrasi mahasiswa di Makassar. Foto:  ANT/Arnas Padda
Demonstrasi mahasiswa di Makassar. Foto: ANT/Arnas Padda

Menristekdikti Minta Penyelesaian Hukum Kematian Mahasiswa di Kendari

Pendidikan demo mahasiswa Pendidikan Tinggi
Intan Yunelia • 30 September 2019 20:29
Jakarta: Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir meminta penyelesaian hukum kasus kematian mahasiswa yang ikut berdemo di Kendari. Saat ini ia juga tengah menunggu laporan dari rektor perguruan tinggi asal mahasiswa yang bersangkutan.
 
"Saya sudah komunikasi (dengan Polri) tolong diselesaikan dengan jalur hukum yang benar," kata Nasir di Gedung Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Jakarta, Senin, 30 September 2019.
 
Nasir membenarkan, kedua korban dua mahasiswa itu merupakan aktivis dari berbagai organisasi ekstra kampus. "Bukan hanya IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah), tapi juga HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) dan PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia). Mereka memang aktivis," kata Nasir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nasir menuturkan, jika memang jatuh korban dalam sebuah aksi harus ditindaklanjuti. Hal ini bisa menjadi preseden buruk di negara demokrasi, di mana kebebasan berpendapat dijunjung tinggi dan dilindungi oleh undang-undang.
 
"Nanti ini rektornya akan laporan kepada saya. Kalau ada korban, harus ada penyelidikan, kenapa terjadi kematian pada seseorang, mahasiswa atau masyarakat, penyebabnya apa, siapa yang salah," tegasnya.
 
Sebelumnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) dikabarkan tewas saat berunjuk rasa di Kendari, Sulawesi Tenggara. Satu korban bernama Yusuf Kardawi, 19, sempat dirawat intensif pasca operasi di RSU Bahteramas Kendari.
 
Yusuf tercatat sebagai mahasiswa jurusan Teknik D-3 Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari. Yusuf adalah pasien rujukan dari RS Ismoyo Korem 143/Haluoleo. Yusuf harus dioperasi karena cedera serius saat aksi di gedung DPRD Sultra, Kamis, 26 September 2019.
 
Korban kedua yakni Randi, 21, yang berstatus mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan UHO. Randi meninggal pada Kamis, 26 September 2019. Polisi sendiri belum membeberkan penyebab dua mahasiswa itu tewas.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif