Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Foto: YouTube
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Foto: YouTube

Menag Beberkan Strategi Pendidikan Antikorupsi di Madrasah

Pendidikan pendidikan kementerian agama Madrasah Pendidikan Antikorupsi Kemenag
Ilham Pratama Putra • 07 Desember 2021 18:19
Jakarta: Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas membeberkan strategi pendidikan antikorupsi yang diterapkan di madrasah. Menurutnya pendidikan antikorupsi di madrasah ditanamkan lewat penyisipan nilai-nilai kejujuran.
 
"Pertama melalui penyisipan ini adalah visi pendidikan untuk menginternalisasikan nilai-nilai mulia kepada peserta didik, nilai kejujuran, tidak berlaku curang. Hal ini bisa dimulai dengan dorongan agar selalu jujur seperti saat tes, disiplin ketika dalam kelas dan luar kelas," tutur Yaqut dalam Peluncuran Strategi Nasional Pendidikan Antikorupsi, Selasa, 7 Desember 2021.
 
Kemudian dalam mata pelajaran yang ada di madrasah, kata dia, telah terintegrasi dengan pendidikan moral. Hal itu tertuang dalam mata pelajaran seperti hadis, akhlak dan fikih.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dalam pendidikan agama nilai antikorupsi itu diintegrasikan dalam mapel Al-Qur'an, hadis, Akhlak dan Fikih tanpa harus menyebut antikorupsi. Yang penting adalah substansi dari anti korupsi," lanjutnya.
 
Dengan begitu dia berharap lulusan madrasah memiliki nilai kehidupan yang bermoral dan mulia. "Jadi generasi yang ke depan punya keimanan dan ketaqwaan punya moralitas keagamaan," terangnya.
 
Baca juga: Nadiem: Strategi Pendidikan Antikorupsi Perlu Dibangun Sejak Dini
 
Lebih lanjut pendidikan antikorupsi ini, kata Yaqut, juga telah disinergikan dengan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Mendikbudristek Nadiem Makarim pun menarangkan, jika pihaknya telah menanamkan pendidikan yang berintegritas pada peserta didik sejak dini lewat Merdeka Belajar.
 
"Seluruh arahan Merdeka belajar dan transformasi kita lakukan mengarah pada satu tujuan yaitu profil pelajar Pancasila. di mana integritas dan akhlak mulia menjadi pilar utama," tutur Nadiem.
 
Menurutnya saat ini jenis pembelajaran mengenai akhlak, mengenai Pancasila, mengenai moralitas dan integritas sejauh ini baru sebatas teori. Integritas itu tidak akan mungkin bisa mendarah daging di dalam generasi penerus bangsa jika tidak menjadi sesuatu yang diimplementasikan.
 
Selanjutnya para pelajar juga harus dibangun pemahaman terkait perannya sebagai generasi penerus bangsa. Bukan hanya sebagai orang yang sukses finansial tapi juga sukses mengemban misi sosial untuk membangun Indonesia berintegritas.
 
"Kalau kita tak bisa menimbulkan atau mendidik anak-anak kita menjadi generasi penerus bangsa yang peduli akan kesenjangan sosial Indonesia, bagaimana dia akan bisa meningkatkan level integritasnya pada saat berbagai macam godaan itu ada di masa depan," tutup Nadiem.

 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif