Mendikbudristek Nadiem Makarim. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Mendikbudristek Nadiem Makarim. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Ini 4 Tujuan Permendikbud 30/2021 tentang Pencegahan Pelecehan Seksual

Pendidikan pelecehan seksual Pendidikan Tinggi Nadiem Makarim Perguruan Tinggi kekerasan seksual Pelecehan Seksual di Kampus Permendikbud PPKS Permendikbud Pencegahan Kekerasan Seksual
Sri Yanti Nainggolan • 12 November 2021 19:30
Jakarta: Jakarta: Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim meluncurkan Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021. Ia membeberkan tujuan dibuatnya aturan terkait pencegahan kekerasan seksual tersebut. 
 
Nadiem Makarim memaparkan empat tujuan besar dari peluncuran Permendikbudristek tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di lingkungan perguruan tinggi. 
 
Berikut empat poin penting dari Permendikbudristek 30/2021:

1. Permendikbudristek 30/2021 sebagai pemenuhan atas pendidikan tinggi yang aman

Pertama, Permendikbudristek ini sebagai upaya pemenuhan hak warga negara Indonesia atas pendidikan tinggi yang aman. Menurut Nadiem Makarim, tak ada pembelajaran yang dapat berlangsung apabila lingkungan belajar tidak aman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Yang pertama adalah upaya untuk memenuhi hak setiap warga negara Indonesia atas pendidikan tinggi yang aman. Itu nomor satu. Haknya mereka untuk mendapat pendidikan yang aman," sebut Nadiem dalam konferensi pers daring Merdeka Belajar episode 14: Kampus Merdeka dari Kekerasan Seksual, Jumat, 12 November 2021.

2. Permendikbudristek 30/2021 memberi kepastian hukum

Permendikbudristek itu akan memberikan kepastian hukum bagi perguruan tinggi dalam melihat PPKS.
 
Permendikbudristek 30/2021 untuk mengedukasi isu kekerasan seksual. Ilustrasi/Medcom.id
 Permendikbudristek 30/2021 untuk mengedukasi isu kekerasan seksual. Ilustrasi/Medcom.id
 
"Saat ini belum ada kerangka hukum yang di mana banyak kali dosen dan rektor berbicara kepada saya mengenai masalah ini, Tapi mereka kadang tidak tahu cara untuk mengambil tindakan karena belum dikasih payung hukum yang jelas," sebut Nadiem Makarim.

3. Permendikbudristek 30/2021 untuk mengedukasi isu kekerasan seksual

Nadiem Makarim juga menyebutkan pihaknya ingin mengedukasi isu kekerasan seksual. Perlu ada kotak yang jelas, apa itu kekerasan seksual, victim blamming, serta korban.
 
Baca: Nadiem Tegaskan Kemendikbudristek Tidak Pernah Dukung Seks Bebas
 
"Lalu apa definisi kekerasan seksual yang non fisik, apa itu kriterianya. Jadi kita ingin yang abu-abu kita jadikan hitam putih. Jelas apa yang kita maksud dalam Permen ini," jelas Nadiem Makarim. 

4. Permendikbudristek 30/2021 adalah bentuk kolaborasi

Permendikbudristek ini akan menjadi penguatan kolaborasi para stake holder pendidikan.  
 
"Kolaborasi antara kementerian, kampus-kampus ini untuk menciptakan budaya akademik yang sehat sesuai dengan akhlak mulia. Ini adalah tujuan dari pada Permen kita," tutup Nadiem Makarim.
 
(MBM)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif