Ilustrasi kuliah. Medcom
Ilustrasi kuliah. Medcom

Penelitian IPB Ungkap Pendapatan Homestay Kepulauan Seribu Turun Selama Pandemi

Al Abrar • 07 Desember 2022 21:47
Bogor: Institut Pertanian Bogor (IPB) University menggelar sidang promosi doktoral (S3) program studi Komunikasi Pembangunan. Disertasi milik Ervan Ismail yang diuji dalam sidang tersebut membahas tentang penurunan jumlah wisatawan pada masa pandemi covid-19.
 
Ervan mempertahankan disertasinya tentang dampak pandemi terhadap penurunan jumlah wisatawan di masa pandemi covid-19. Dampak tersebut luar biasa, terutama bagi para pelaku usaha pengelola penginapan atau homestay, di Kepulauan Seribu, Jakarta.
 
Setidaknya, sektor usaha penginapan yang dikelola masyarakat setempat mengalami penurunan pendapatan hingga 60 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, perhitungan penurunan pendapatan homestay di Kepulauan Seribu dihitung berdasarkan perbandingan pendapatan per bulan sebelum pandemi pada 2019 dan selama masa pandemi sampai Oktober 2021.
 
"Dari hasil analisis data SPSS terjadi penurunan pendapatan homestay saat masa pandemi sebesar 60 persen. Sebelum pandemi rata-rata pendapatan dari homestay berkisar Rp2.643.092/bulan menurun menjadi Rp1.057.547/bulan," kata.
 
Ia menyebutkan, kondisi tersebut sangat bergantung pada kebijakan pemerintah dalam mengatasi pandemi covid-19. Seperti misalkan, sambung Ervan, pembatasan sampai penutupan Kepulauan Seribu dari wisatawan.
 
Sementara, kata dia, di Kepulauan Seribu homestay umumnya terdapat di pulau-pulau kecil yang berpenghuni, terkecuali di Pulau Panggang yang padat dengan hunian penduduk.
 
Keberadaan homestay dengan wisatawan, lanjut Ervan, tidak dapat terpisahkan. Ervan menjelaskan, bidang bisnis dengan manajemen sederhana yang dikelola oleh keluarga, dominannya kelompok ibu rumah tangga ini hanya mengandalkan pendapatan sewa dari wisatawan saja. 
 
"Apalagi dengan harga sewa yang terjangkau, maka homestay merupakan alternatif terbaik untuk wisatawan yang lebih banyak menghabiskan waktu berwisata bahari di luar ruang," kata Wakil Ketua Lembaga Sensor Film ini.
 
Dari hasil penelitian, Ervan juga memaparkan bahwa dominasi kaum ibu rumah tangga dalam pengelolaan homestay sebanyak 38,9 persen, hal ini menunjukkan kesesuaian bidang usaha homestay cocok dengan karakter perempuan, ibu rumah tangga yang menjadi bagian keseharian pekerjaan rutin seputar rumah tangga di pulau-pulau kecil. Berikutnya sebanyak 23,5 persen merupakan nelayan. 
 
"Dari gambaran ini, pengelolaan homestay bisa merupakan pekerjaan tambahan yang relatif mudah dan memungkinkan untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk pada sektor pariwisata di pulau-pulau kecil," simpulnya.
 
Lantaran itu kata dia, homestay juga tidak memerlukan keterampilan khusus dan biaya operasional bulanan yang besar, selain harus memelihara kebersihan. 
 
"Sehingga sangat cocok untuk di kembangkan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata pada pulau-pulau kecil yang tersebar di seluruh Indonesia," ujarnya.
 
(ALB)




LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif