Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjelaskan ketetapan tersebut dilakukan demi pemenuhan kebutuhan guru. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani mengatakan seleksi CPNS bukan proses yang mudah, karena itu, guru yang belum berhasil lolos masih dapat mengajar selama kebutuhan guru di satuan pendidikan belum seluruhnya terpenuhi.
"Kita tahu bahwa seleksi CPNS itu tidak mudah, sehingga sampai penuntasan itu mereka masih bisa mengajar," kata Nunuk dalam Kontroversi Metro TV, dikutip Jumat, 21 Agustus 2026.
| Baca juga: Cara Unduh Kartu Peserta Ujian Seleksi PPPK Sekolah Rakyat 2026 |
Nunuk mengatakan pemerintah masih memiliki pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 529 ribu guru. Dari jumlah tersebut, 172.323 merupakan guru non-ASN yang saat ini tercatat dalam Dapodik per Mei 2026.
Menurut dia, posisi yang saat ini ditempati guru non-ASN juga telah diperhitungkan dalam kebutuhan formasi. "Formasi yang sekarang diduduki oleh guru non-ASN sudah kami perhitungkan sebagai formasi CPNS," ujar Nunuk.
Kemendikdasmen memiliki 464.856 formasi yang terbuka untuk umum pada rekrutmen CPNS 2027. Formasi tersebut termasuk formasi yang saay ini diisi oleh guru honorer saat ini, yang menjadi bagian dari kebutuhan guru yang dihitung pemerintah.
Meski demikian, Nunuk belum merinci mekanisme keberlanjutan bagi guru yang tidak lolos seleksi CPNS. Ia mengatakan proses pemenuhan kebutuhan guru dilakukan secara bertahap.
| Baca juga: Aturan Terbaru Seleksi PPG 2026 Kemendikdasmen, Calon Guru Wajib Punya Serdik? |
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda