Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Permendikbudristek PPKS

Nadiem Minta Korban Kekerasan Seksual di Kampus Tak Takut Buka Suara

Pendidikan Nadiem Makarim kekerasan seksual Permendikbud PPKS Permendikbud Pencegahan Kekerasan Seksual
Citra Larasati • 12 November 2021 15:44
Jakarta: Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim meminta para korban kekerasan seksual di kampus untuk berani buka suara. Sebab saat ini sudah ada payung hukum yang melindungi korban, yakni Permendikbudristek 30 tahun 2021 tentang Pencehan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di lingkungan kampus.
 
"Ini saatnya mahasiswa atau dosen yang mengalami korban kekerasan seksual di kampus untuk membuka suaranya, jangan diam," kata Nadiem dalam konferensi pers daring Merdeka Belajar episode 14: Kampus Merdeka dari Kekerasan Seksual, Jumat 12 November 2021.
 
Permenidkbudristek itu, kata dia, menjadi sinyal bagi sivitas akademika, bahwa pemerintah hadir melindungi korban kekerasan seksual di lingkungan kampus.  Permendikbud PPKS kata dia, bakal melindungi ratusan ribu mahasiswa maupun dosen yang ada di lingkungan kampus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bagi masyarakat yang punya anak putri dan punya anak dalam kampus, dan semua mahasiswa yang pernah mengalami isu ini, jangan diam. Kalian harus berbicara," jelas Nadiem.
 
Nadiem menjelaskan, jika seluruh tindak kekerasan seksual di perguruan tinggi mesti dibuka. Keterbukaan mengenai kekerasan seksual ini tidak akan meruntuhkan reputasi kampus.
 
"Kita ingin mengubah paradigma yang dulunya reputasi baik kampus itu ditentukan dari tidak adanya kasus-kasus seperti ini. Sampai kita berubah reputasi kampus yang baik adalah reputasi yang akan secara transparan melakukan investigasi dan memberikan sanksi kepada pelaku-pelaku kekerasan seksual," sambungnya.
 
Baca juga:  Merdeka Belajar Episode 14, Nadiem Beberkan Tujuan Permendikbudristek PPKS
 
Selain itu dirinya mendorong agar pihak kampus membangun Satgas PPKS. Tujuannya untuk melakukan investigasi kekerasan seksual. Dirinya menekankan pentingnya perguruan tinggi melindungi mahasiswa, dosen, dan segenap sivitas akademika dari kekerasan seksual.
 
"Kalau tidak ada sanksi, tidak mungkin Jera dan kita tidak mungkin itu artinya perguruan tinggi tidak mementingkan untuk memprioritaskan keamanan mahasiswa dan dosen dalam kampus jadi luar biasa pentingnya untuk melihat sanksi," ucap Nadiem.
 
Dirinya mengapresiasi perguruan tinggi yang berupaya untuk transparan dalam menyelesaikan kasus kekerasan seksual dengan transparan. Nadiem mengapresiasi kampus yang transparan dalam menangani PPKS.
 
"Kita akan memberikan cap jempol kepada kampus-kampus yang terbuka, yang menuntaskan investigasi mereka, bukan yang menutup-nutupi. Ini adalah paradigma baru kita sekarang," pungkas Nadiem.

 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif