Sontak sekolah itu langsung viral di media sosial setelah akun Twitter @KawalCOVID19 menyorotinya. Akun tersebut pun meminta madrasah yang diketahui bernama MI AL Ishlah untuk ditindak.
"Tingkat kematian anak karena covid di Indonesia, menurut @idai_tweets tinggi. Namun sekolah MI Al Ishlah Klapanunggal memaksa PTM & meminta murid masuk tanpa seragam tgl 15 Juli, bahkan saat masa PPKM Darurat," tulis akun @KawalCOVID19, Jumat 9 Juli 2021.
Tingkat kematian anak karena covid di Indonesia, menurut @idai_tweets tinggi.
— KawalCOVID19 #62COVIDSOS (@KawalCOVID19) July 9, 2021
Namun sekolah MI Al Ishlah Klapa Nunggal memaksa PTM & meminta murid masuk tanpa seragam tgl 15 Juli, bahkan saat masa PPKM Darurat.
Mohon tindakannya @BimaAryaS @PemkotaBogor @humasjabar pic.twitter.com/LGBrAdAshi
Dalam kicauan akun tersebut, tampak madrasah itu nekat memberikan pengumuman yang cukup berisiko. Padahal ada lampiran surat imbauan pembelajaran jarak jauh dari Direktorat Kurikulum Sarana Kembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah.
Pengumuman itu seperti belum semua guru dan pegawai sekolah yang mendapatkan vaksinasi. Parahnya lagi, mereka mengimbau untuk tidak mengekspose ke medsos jika ada siswa yang terkonfirmasi Covid-19.
Twitter @KawalCOVID19 itu pun merasa geram dan meminta pejabat daerah segera melakukan tindakan, seperti yang ditujukan kepada Wali Kota Bogor Bima Arya. Sebelum madrasah itu benar-benar menggelar sekolah tatap muka pada 15 Juli 2021.
"Mohon tindakannya @BimaAryaS @PemkotaBogor @Humasjabar," lanjut cuitan @KawalCOVID19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News