Ilmuwan Diaspora Diharapkan Jadi Lokomotif Pembangunan Iptek
Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti (SDID) Kemenristekdikti, Ali Ghufron Mukti, Humas SDID
Jakarta:Rencana kepulangan para ilmuwan diaspora pada Agustus 2018 mendatang diharapkan mampu menjadi lokomotif dan katalisator kemajuan sumber daya pendidikan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan sains di Indonesia.

Dirjen Sumberdaya Iptek dan Pendidikan Tinggi (SDID) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Ali Ghufron Mukti berpendapat, rencana mengundang para ilmuwan diaspora masih perlu dikaji secara lebih mendalam sebelum pelaksanaannya. Bagi mantan wakil menteri kesehatan ini, keberadaan para ilmuwan Indonesia yang bekerja di luar negeri memiliki manfaat yang besar bagi dunia akademik dan penelitian di Indonesia.


Ilmuwan diaspora ini diharapkan mampu menjadi katalisator kemajuan sumber daya pendidikan tinggi dalam ilmu pengetahuan dan sains di Indonesia.  “Mereka dapat menjadi lokomotif untuk menarik para ilmuwan dan akademisi dalam negeri untuk meraih capaian yang baik di dunia ilmu pengetahuan dunia," kata Ghufron di Jakarta, Rabu, 27 Juni 2018.

Pemerintah akan mengundang 40 ilmuwan diaspora yang berkarya di berbagai penjuru dunia untuk ke Jakarta pada tanggal 12-18 Agustus 2018.  Undangan kepada 40 ilmuwan diaspora ini melanjutkan kesuksesan program  penyelenggaraan Simposium Cendekia Kelas Dunia (SCKD) 2017. 

Dalam hal ini Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti (SDID) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menggandeng Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) dan Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI).

Dengan keberadaan mereka di luar negeri beserta segala fasilitas terbaik yang ada, para diaspora tidak hanya memberikan manfaat bagi Indonesia, tetapi turut mengharumkan Indonesia dengan berpartisipasi memberi solusi bagi dunia agar lebih baik.  Di sisi lain, Ghufron menegaskan, di dalam negeri tidak sedikit ilmuwan Indonesia yang berkelas dunia dan memiliki prestasi akademik yang diakui dunia Internasional.

Baca: 40 Ilmuwan Diaspora Dijadwalkan Mudik Agustus

Para ilmuwan dalam negeri yang lulus dari kampus-kampus terbaik dunia ini juga terus bekerja keras, dalam upaya membangun ilmu pengetahuan di Indonesia. Bahkan, banyak dari mereka yang diundang untuk melakukan penelitian bersama, membimbing mahasiswa di kampus kelas dunia, atau turut mengajar, serta kuliah umum di kampus kelas dunia.

Sehingga, kedatangan tidak perlu menggelar karpet merah bagi para ilmuwan kita di luar negeri yang akan datang ke Indonesia, karena mereka bukan tamu di negeri mereka sendiri.  Melainkan anak bangsa yang sesekali kembali untuk berkontribusi bagi pembangunan bangsa yang mereka cintai.

“Ilmuwan yang ada di dalam negeri pun tidak kalah hebatnya, banyak dari ilmuwan dalam negeri kita yang memiliki kualitas keilmuan yang mumpuni," terangnya.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id