Mendikbud, Muhadjir Effendy saat sidak uSBN di SD Muhammadiyah 5 Jakarta, Medcom.id/Intan Yunelia.
Mendikbud, Muhadjir Effendy saat sidak uSBN di SD Muhammadiyah 5 Jakarta, Medcom.id/Intan Yunelia.

148 Ribu Sekolah Dasar Serentak Gelar USBN

Pendidikan USBN SD
Intan Yunelia • 22 April 2019 13:03
Jakarta: Sebanyak 148 ribu Sekolah Dasar di seluruh Indonesia serentak menggelar Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Hari pertama USBN, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke SD Muhammadiyah 5 dan SDN Kramat Pela 11 Pagi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
 
Muhadjir mengatakan USBN tahun ini telah memenuhi memenuhi delapan standar yang ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Di antaranya standar isi ujian, evaluasi, sarana, dan prasarana USBN.
 
"Hari ini tentu difokuskan adalah standar evaluasi dan isi. Terutama isi ujiannya," kata Muhadjir usai sidak di SD Muhammadiyah 5, Jalan Limau III, Kramat Pela, Jakarta Selatan, Senin 22 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Muhadjir mengaku puas pada proses pembelajaran di dua sekolah yang ia sambangi hari ini, karena dinilai telah memenuhi standar. Mulai dari sarana dan prasarana hingga perangkat ujian di dalamnya.
 
"Tadi saya sudah cek di lapangan. Alhamdulillah sampel SD ini sudah terpenuhi dengan baik. Termasuk pengamanan soal mulai dari penyusunan soal, pengamanan soal dari tingkat bawah ke atas tingkat sekolah. Kemudian pengawasan dari tingkat kota dan sekolah sudah jalan dengan baik," ujar Mantan Rektor Muhammadiyah Malang (UMM) ini.
 
Baca:Pagi-pagi Mendikbud Sidak Sekolah Putranya
 
Demi menjamin tidak adanya kerahasiaan soal, naskah soal USBN di kedua sekolah masih tersegel rapi. Pengawasnya pun diacak, setiap sekolah mendapat pengawas yang berasal dari luar sekolah. Sehingga tidak ada main mata antara guru dengan siswa.
 
"Ada pertukaran pengawas sehingga yang mengawasi nanti tidak guru di sekolah sendiri, tapi ditukar guru sekolah lain untuk menjamin nanti pelaksanaan ujian berjalan dengan baik,"terangnya.
 
Muhadjir menuturkan, USBN ini dahulunya bernama Ujian Sekolah (US). Namun diganti dengan USBN yang berstandar nasional, karena selain soal ujian dibuat oleh beberapa guru MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) dan Kelompok Kerja Guru (KKG), soal juga mengandung soal anchor (jangkar) dari pusat sebesar 15 persen.
 
"Untuk tetap menjamin soal ujian sekolah berstandar nasional maka perlu ada beberapa soal, yakni 15 persen dari pusat," pungkasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif