Malam Penganugerahan Festival Film Pendek Bondowoso, dokumentasi IGI.
Malam Penganugerahan Festival Film Pendek Bondowoso, dokumentasi IGI.

IGI Tantang Guru Manfaatkan Film untuk Media Belajar

Pendidikan Metode Pembelajaran
Intan Yunelia • 17 Desember 2018 19:08
Jakarta: Ikatan Guru Indonesia (IGI) Jakarta Selatan mengajarkan generasi milenial bercerita lewat film. Praktik tersebut sekaligus melatih keterampilan para guru dalam memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk pembelajaran.
 
“Dengan film ini menjadi pehatian khusus IGI Jakarta Selatan (Jaksel) dalam memberikan pelayanan kepada guru lainnya, agar bisa melakukan pendekatan kepada generasi milenial secara lebih atraktif dan dinamis,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat IGI, Muhammad Ramli Rahim, di Jakarta, Senin, 17 Desember 2018.
 
Ramli menyebutkan, dalam membuat sebuah film terutama dokumenter, diperlukan fakta dan data yang akurat serta berasal dari kenyataan. IGI Jaksel dalam hal ini berupaya untuk mendekatkan fakta, data dan kenyataan tersebut kepada guru pada Lomba Film Pendek 2018 yang diselenggarakan IGI Jaksel pada November 2018 lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nah, yang menjadi Pekerjaan Rumah (PR) itu kini bagaimana cara mengawinkan ketiga hal itu. Yang sayangnya, mau tidak mau, suka ataupun tidak, prosesi kawin-mengawinkan tersebut musti dilakukan jika ingin membuat sebuah film dokumenter yang menarik,” papar Ramli.
 
Baca:Pelajar Indonesia Dituntut Perluas Jaringan
 
Langkah kongkret yang akan dilakukan oleh IGI Jaksel adalah bagaimana membuat banyak pendekatan agar pembuatan film tersebut efektif dan efisien. “Salah satu langkah yaitu dengan banyak menggali info mengenai dunia pembuatan Film Pendek hingga mengikuti proses/alur saat lomba di banyak event yang diadakan di luar IGI dan dunia guru,” terang Ramli.
 
Festival Film Pendek Bondowoso yang pada tahun 2018 ini menginjak tahun ketiga diadakan rutin untuk menggali dan mengapresiasi sineas muda dalam wadah kompetisi tingkat Nasional menjadi salah satu kegiatan yang perlu diikuti oleh IGI Jaksel. Karena selain bertaraf Nasional, Bondowoso dan daerah Jawa Timur lainnya memiliki potensi sebagai “juara langganan” dalam lomba film pendek.
 
“Ya, memang nggak gampang membuat film dokumenter. Butuh akurasi dan data yang maksimal dan kejujuran mengungkapkan cerita tersebut ditambah selalu bersemangat saat membuatnya menjadi nilai tambah,” pungkasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif