Ilustrasi vaksin covid-19. Medcom.id
Ilustrasi vaksin covid-19. Medcom.id

Vaksin Merah Putih Bakal Diproduksi 240 Juta Dosis per Tahun

Antara • 11 Februari 2022 09:29
Jakarta: PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia, produsen vaksin Merah Putih hasil kolaborasi dengan Universitas Airlangga, menargetkan mampu memproduksi vaksin covid-19 hingga 240 juta dosis per tahun. Vaksin ini ditargetkan beredar pada Agustus 2022.
 
"Kapasitas produksi 240 juta dosis per tahun," ujar Direktur Utama PT Biotis Pharmaceuticals FX Sudirman dikutip dari Antara, Jumat, 11 Februari 2022.
 
Saat ini vaksin Merah Putih tengah dalam proses uji klinis tahap pertama dengan sasaran 90 orang. Sudirman menyebut bila hasil sudah diketahui dan dinyatakan keamanannya, maka akan lanjut ke fase ke dua hingga ketiga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menjelaskan pada fase ketiga akan diketahui apakah bisa digunakan untuk vaksin penguat atau hanya menjadi vaksin primer saja. Namun, dia optimistis vaksin Merah Putih dapat menjadi vaksin primer maupun penguat.
 
"Kami perkirakan permintaan banyak, mulai Agustus (2022), kami mulai rilis produk secara massal. Kami berharap emergency use authorization (EUA) dapatkan pada Juli. Karena ini kolaborasi nasional, maka penetapan timeline dilakukan bersama-sama," ujar Sudirman.
 
Sementara itu, Ketua Tim Peneliti Vaksin Merah Putih Universitas Airlangga Surabaya Fedik Abdul Rantam menjelaskan vaksin buatan anak bangsa ini dirancang bagi seluruh kalangan. Mulai lansia hingga anak-anak, termasuk yang memiliki penyakit penyerta (komorbid).
 
Dia berharap vaksin Merah Putih dapat memenuhi kebutuhan vaksinasi anak usia 3-6 tahun yang saat ini masih sangat terbatas. Saat ini baru Sinovac dan Pfizer yang dapat digunakan untuk anak-anak, sementara sisanya masih dalam tahap pengujian.
 
"Semua menunggu fase ketiga untuk menentukan bersama vaksin kami, apakah itu secara spesifik ke umur berapa. Beberapa hal yang harus kami penuhi yang umur 3-6 tahun belum ada, sementara umur 6-12 tahun sudah ada," kata dia.
 
Sebelumnya, vaksin Merah Putih besutan Universitas Airlangga dan PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia mengantongi sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hal ini seusai melalui serangkaian pengujian dari Lembaga Pengkajian Pangan dan Obat-obatan (LPPOM) MUI serta BPOM.
 
Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam mengatakan fatwa halal vaksin Merah Putih ditetapkan pada 7 Februari 2022 dalam rapat pleno Komisi Fatwa. Penetapan setelah menerima hasil penelitian dan pengujian dari LPPOM MUI.
 
Dia memastikan vaksin Merah Putih dapat digunakan masyarakat luas. Umat Islam tak perlu risau karena tak ada kandungan najis dalam proses pengembangan hingga produksi.
 
Penerbitan sertifikasi halal, kata Asrorun, juga sebagai wujud dukungan MUI dalam konteks keagamaan, demi penyediaan vaksin covid-19 buatan anak bangsa yang aman dan halal.
 
"Fatwa ini sebagai bagian dari komitmen MUI untuk memberikan dukungan pengembangan vaksin Merah Putih yang aman dan di saat yang sama terjamin kehalalannya. Karena mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim," kata dia.
 
Baca: Rektor Unair: Vaksin Merah Putih Vaksin Covid-19 Berstatus Halal Pertama
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif