Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani

Sambut Ramadan, Suar Disabilitas Ajak Masyarakat Patungan Buku Braille

Pendidikan Tunanetra penyandang disabilitas Ramadan 2022 Huruf Braille
Medcom • 20 April 2022 13:42
Jakarta: Ramadan tahun ini menjadi ajang bagi sekelompok mahasiswa untuk membuat gerakan sosial. Mahasiswa yang tergabung dalam komunitas Suar Disabilitas mengadakan “Gerakan Patungan Buku Braille” bagi anak-anak tunanetra selama Ramadan.
 
Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan kembali literasi braille di Indonesia yang semakin menurun. Keadaan ini tidak terlepas dari kurang tersedianya alat-alat braille untuk anak-anak tunanetra.
 
"Memang belum ada data pasti terkait angka literasi braille di Indonesia. Tetapi, kalau berkaca pada angka literasi umum Indonesia, kita sudah ada di urutan 10 terbawah. Apalagi literasi braille yang bukunya saja bahkan sulit kita temukan?" Ucap Co-Founder Suar Disabilitas, Mentari Puspadini, akhir pekan lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Braille merupakan sarana literasi bagi para penyandang tunanetra untuk mendapat informasi dan berkomunikasi dengan menggunakan indra peraba. Dalam hal ini, kepekaan indra anak-anak tunanetra dituntut untuk memiliki kecakapan membaca dan menulis braille.
 
Padahal, kepekaan indra peraba tidak otomatis dimiliki penyandang tunanetra. Perlu ada latihan dan atau pembelajaran untuk memperoleh kecakapan tersebut. Maka dari itu, literasi braille harus ditumbuhkan dari anak-anak tunanetra.
 
Ezra, salah satu murid Yayasan Elsafan mengaku masih kesulitan mengakses buku braille selain buku pelajaran. Hal itu ia sampaikan kepada Suar Disabilitas saat berkunjung ke Panti Asuhan Tuna Netra Elsafan.
 
"Hobi saya bernyanyi dan membaca. Saya suka baca novel, karya sastra lainnya, dan juga biografi. Saya sekarang bacanya novel online yang ada di aplikasi. Kalau di sini (Panti Asuhan Elsafan) banyaknya buku pelajaran, ada cerita tetapi bukan novel,” ujar Ezra kepada Suar Disabilitas.
 
Suar Disabilitas berinisiatif mengajak masyarakat untuk menumbuhkan kembali minat baca anak tunanetra. Masyarakat dapat mengambil peran dengan berdonasi dalam gerakan patungan buku braille bagi 39 anak Yatim penyandang tunanetra di Elsafan.
 
"Kami (Suar Disabilitas) menginisiasi gerakan patungan buku braille ini, supaya bisa menciptakan akses inklusif bagi literasi anak tunanetra,” kata Mentari.
 
Perolehan hasil Gerakan Patungan Buku Braille akan dimanfaatkan tidak hanya untuk membeli buku braille, tapi juga alat-alat pendukung literasi braille untuk tunanetra. Masih banyak alat pendukung literasi braille yang dibutuhkan oleh anak-anak penyandang disabilitas. Beberapa di antaranya yaitu buku tulis braille, kertas ujian braille, alat hitung braille, penggaris braille, hingga riglet dan stilus.
 
“(Alat pendukung braille) itu tidak semua sekolah punya, kalau buku pelajaran dapat dari dinas, namun tetapi alat pendukung lainnya tidak disediakan dinas,” kata Kepala Bagian Produksi Yayasan Mitra Netra, Indah Lutfiah.
 
Baca: Buku Braille dan Audio Masih Minim
 
Co-Founder Suar Disabilitas, Zefanya Aprilia, berharap Gerakan Patungan Buku Braille ini dapat menciptakan kemandirian bagi anak-anak tunanetra. Terlebih di tengah era digital ini, teknologi semakin marak digunakan dan menjadi salah satu penyebab menurunnya tingkat literasi braille.
 
Lebih lanjut, Zefanya berharap agar gerakan ini juga dapat menjadi ajang sedekah masyarakat di Bulan Ramadhan.
 
Bagi masyarakat yang ingin turut serta berpartisipasi meningkatkan literasi braille anak-anak penyandang tunanetra, dapat berbagi melalui link Kitabisa di https://bit.ly/donasisuar  atau rekening Mandiri 1330015314206 a.n. Mentari Puspadini. Penggalangan dana dilakukan hingga 22 Mei 2022. (Alifiah Nurul Rahmania)

 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif