Kampus UNS. DOK UNS
Kampus UNS. DOK UNS

UNS Kukuhkan Guru Besar Non-Dosen Kedua

Medcom • 31 Maret 2022 15:48
Jakarta: Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali mengukuhkan seorang guru besar non-dosen. Dia adalah Soeprayitno, Guru Besar Kehormatan di bidang Sumber Daya Manusia pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
 
“Dengan dikukuhkanya Soeprayitno maka UNS hingga saat ini memiliki dua orang Guru Besar Non-Dosen, yang keduanya berada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis,” ujar Rektor UNS, Jamal Wiwoho dalam keterangan tertulis, Kamis, 31 Maret 2022.
 
Pengukuhan guru besar non-dosen ini berdasarkan pada Peraturan Mendikbud Nomor 88 Tahun 2013 juncto Permendikbudristek Nomor 38 Tahun 2021 tentang Pengangkatan Profesor Kehormatan di Perguruan Tinggi. Beleid mengatur ketentuan penghargaan kepada kalangan non-dosen atau non-akademik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Merujuk aturan itu, setiap orang yang memiliki kompetensi luar biasa dapat dianugerahi Profesor Kehormatan. Acara pengukuhan digelar luring dan daring.
 
Jamal berharap kehadiran Soeprayitno dapat memperkuat reputasi UNS, baik di tingkat nasional maupun internasional. Terlebih, latar belakang Soeprayitno selaras dengan perhatian pemerintah yang tengah berfokus mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas.
 
“Saya percaya dengan kekuatan jaringan, koneksitas, dan pengalaman yang dimiliki Soeprayitno, di mana keseharian tugasnya sudah sangat paham dengan seluk beluk dunia ketenagakerjaan Indonesia akan lebih produktif dalam memobilisasi potensi intelektual,” kata Jamal.
 
Dia juga berpesan agar sang Guru Besar baru senantiasa menuangkan ide, kejernihan pikiran, dan orisinalitas gagasan demi kemajuan UNS. Begitu pun dengan bangsa Indonesia, yang kini tengah sibuk menyiapkan talenta-talenta muda untuk menjemput pekerjaan masa depan yang lebih dinamis dan fleksibel.
 
Jamal mendorong Soeprayitno lebih produktif dan agresif melahirkan karya-karya ilmiah yang solutif berbasis riset dan inovasi. “Mewujudkan SDM masa depan yang berdaya saing tidaklah cukup hanya mengandalkan pendekatan monodisiplin, melainkan dibutuhkan sinergi dan kolaborasi ssecara multidisiplin dan interdisiplin,” kata Jamal. (Nurisma Rahmatika)
 
Baca: Dorong Hilirisasi Hasil Riset dan Invoasi, UNS Luncurkan Program Semesta
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif