Menko PMK, Muhadjir Effendy. Foto: Medcom.id/Citra Larasati
Menko PMK, Muhadjir Effendy. Foto: Medcom.id/Citra Larasati

Gagalnya Pendidikan Jadi Jebakan dalam Menyiapkan SDM

Pendidikan Kualitas Pendidikan
Ilham Pratama Putra • 04 Agustus 2020 15:31
Jakarta: Pendidikan untuk anak memiliki banyak tantangan dan menjadi faktor penting keberhasilan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Jika gagal, hal ini dapat mempengaruhi kesiapan SDM di masa mendatang.
 
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengatakan, banyak jebakan yang menghadang dalam menyiapkan SDM. Salah satu cara melewati jebakan itu ialah dengan memantapkan proses pendidikan anak sejak dini.
 
"Jebakannya apa? Ya itu terutama rendahnya kesadaran ibu untuk dalam kaitannya dengan pendidikan," kata Muhadjir dalam Diskusi Daring, Selasa, 4 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terlebih di tengah pandemi virus korona. Menurut Muhadjir, orang tua harus lebih peduli dan mampu mendampingi anak dalam belajar.
 
Baca juga:Menko PMK: 54% Angkatan Kerja Indonesia Mantan Stunting
 
Kemudian, jebakan selanjutnya adalah pemberian asupan gizi untuk anak. Rendahnya asupan gizi dapat membuat potensi anak menjadi stunting atau gagal tumbuh.
 
"Sehingga itu juga menimbulkan gangguan atau jebakan. Akhirnya anak tidak bisa untuk diantar menjadi generasi-generasi bangsa yang produktif dan memiliki keunggulan-keunggulan," terangnya.
 
Dalam catatan Muhadjir, angka stunting di Indonesia masih berada di angka 27 persen. Padahal visi Presiden, angka stunting di Indonesia tidak boleh lebih dari 20 persen.
 
"Angka ini harus kita tekan, karena ini akan berpengaruh pada angkatan kerja kita di kemudian hari. Jangan sampai angkan kerja kita kualitasnya rendah," pungkas dia.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif