Guru sedang mengajarkan siswa di muka kelas, MI/Gino Hadi.
Guru sedang mengajarkan siswa di muka kelas, MI/Gino Hadi.

IKA UPI Desak Pemerintah Tertibkan LPTK Abal-abal

Pendidikan guru Kebijakan pendidikan
Antara • 13 Mei 2020 21:03
Jakarta: Ikatan Alumni Universitas Pendidikan Indonesia (IKA UPI) mendesak Pemerintah untuk menertibkan keberadaan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) abal-abal. Sebab salah satu prasyarat pendidikan yang baik adalah adanya guru-guru berkualitas yang lahir dari lembaga pendidikan guru yang berkualitas pula.
 
"Saya ingin bicara dengan sangat terang, Benahi dulu LPTK. Dalam artian, Pak Dirjen tolong melaporkan kepada Mas Menteri," kata Ketua IKA UPI, Enggartiasto Lukita dalam webinar bertajuk 'Reformasi LPTK untuk Pendidikan Bermutu' yang digelar IKA UPI dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional 2020, Rabu, 15 Mei 2020.
 
Menurutnya, harus ada keberanian untuk menghentikan atau menutup LPTK abal-abal tersebut. Pertama dapat dimulai dengan menentukan parameter kualitas dan berani melawan arus jika ingin sungguh-sungguh berbenah diri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami tidak ingin membedakan antara LPTK negeri dan swasta. Ada banyak juga LPTK swasta yang bagus. Tapi yang abal-abal tadi kelewat banyak," ujar mantan Menteri Perdagangan yang juga Doktor Kehormatan bidang Pendidikan Kewirausahaan dari UPI itu.
 
Oversupply Lulusan
 
Problem akut LPTK juga diulas Rektor UPI, Asep Kadarohman. Iamenilai disparitas mutu LPTK sudah menjadi permasalahan sejak lama. Data 2019, jumlah LPTK di Indonesia mencapai 425 kampus.
 
Dari jumlah itu, hanya 45 LPTK di antaranya yang berstatus negeri, sisanya dikelola swasta. Kondisi ini berbeda dengan Malaysia, Singapura, atau Filipina yang memiliki lebih banyak LPTK negeri.
 
"Masalah berikutnya,oversupply (lulusan LPTK)akibat banyaknya program studi di LPTK. Sampai 2019, terdapat 5.998 program studi kependidikan, dengan jumlah sekitar 1,4 juta mahasiswa. Setiap tahunnya terdapat sekitar 250 ribu lulusan.Nah, ini menyebabkan terjadinyaoversupply," kata Asep.
 
Terkaitoversupplylulusan LPTK ini, Direktur Pendidikan dan Agama Bappenas, Amich Alhumami menilai perlu adanya pengendalian pertumbuhan LPTK swasta dan jumlah mahasiswa.
 
Hal ini penting untuk menjaga keseimbangansupply-demandguru. Amich mencatat, secara kumulatif lulusan LPTK selama kurun 2012 hingga 2017 mencapai 1,94 juta.
 
Sementara rekrutmen guru PNS pada periode yang sama hanya sebanyak 142.232 orang padahal, dari jumlah tersebut, 123.531 orang di antaranya direkrut dari guru honorer.
 
Secara keseluruhan, kebutuhan rekrutmen guru PNS, baik untuk menggantikan guru pensiun maupun menambah guru untuk sekolah baru, jauh lebih sedikit dibanding jumlah lulusan LPTK.
 
Jumlah mahasiswa LPTK sangat besar melampaui kebutuhan, karena itu perlu pengendalian penerimaan mahasiswa LPTK secara lebih ketat, sekaligus untuk menjamin kualitas lulusan secara lebih baik.
 
Webinar menghadirkan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Iwan Syahril, Direktur Pendidikan dan Agama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Amich Alhumami, Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UPI Solehuddin, dan guru berprestasi tingkat nasional dari SMP Negeri 5 Tasikmalaya Ai Tin Sumartini.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif