KPAI. Dok Istimewa.
KPAI. Dok Istimewa.

KPAI Terima Delapan Pengaduan Soal Tunggakan SPP Selama Pandemi

Pendidikan Virus Korona Biaya Pendidikan
Arga sumantri • 09 Januari 2021 10:25
Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima delapan pengaduan terkait kasus tunggakan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) selama masa pandemi covid-19. Pengaduan tunggakan SPP ini terjadi di tujuh sekolah swasta jenjang SD hingga SMK. 
 
"Pengaduan berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Bali," kata Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Listyarti melalui keterangan tertulis, Sabtu, 9 Januari 2021. 
 
Retno mengatakan, mayoritas pengaduan dapat diselesaikan melalui jalur mediasi. Dengan begitu, kata dia, pemenuhan hak anak atas pendidikan tetap dapat dijamin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Retno menjelaskan, salah satu jenis pengaduan yakni permintaan keringanan besaran uang SPP mengingat semua siswa melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama pandemi. Alasan permintaan ini yaitu banyak orang tua terdampak ekonomi akibat pandemi covid-19. 
 
"Sementara pengeluaran rutin sekolah pastilah berkurang karena tak ada aktivita pembelajaran tatap muka (PTM)," ujarnya.
 
Baca: Kurikulum SMK Dirombak, Ini Lima Aspek Perubahannya
 
Pengaduan berikutnya, kata Retno, yakni adanya ancaman pihak sekolah bagi penunggak SPP. Mereka yang tidak mencicil atau membayar tunggakan SPP, maka siswa yang bersangkutan tidak dapat mengikuti ujian akhir semester. 
 
"Ini artinya akan berdampak pada kenaikan kelas siswa," ungkapnya. 
 
Berikutnya, yakni ada yang ingin pindah ke sekolah negeri atau sekolah swasta yang lebih murah, namun terkendala dokumen rapor hasil belajar dan surat pindah dari sekolah asal. Dokumen itu ditahan hingga orang tua siswa mampu melunasi SPP yang tertunggak, 
 
Padahal, kata dia, orang tua memang tidak mampu membayar tunggakan tersebut karena terdampak ekonomi akibat pandemi. Kecuali, diberi keringanan dan dapat dicicil. 
 
"Dengan tidak memberi dokumen dan surat pindah, berarti orangtua siswa akan kesulitan untuk mencari sekolah baru," kata Retno.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif