Sejumlah siswa sedang mencoba Tangkas Berinternet yang diluncurkan Google.  Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
Sejumlah siswa sedang mencoba Tangkas Berinternet yang diluncurkan Google. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan

Google Dorong Literasi Digital Siswa Lewat 'Tangkas Berinternet'

Pendidikan Kurikulum Pendidikan
Muhammad Syahrul Ramadhan • 10 Februari 2020 14:41
Jakarta:Google meluncurkan program Tangkas Berinternet dalam bentuk kurikulum yang bisa diakses dengan mudah di g.co/tangkasberinternet. Materi Tangkas Berinternet ini diharapkan dapat meningkatkan literasi digital anak, orang tua, hingga guru di sekolah.
 
Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Google Indonesia, Putri Alam menjelaskan, program ini tidak hanya sekadar berhenti di kurikulum, tapi juga akan dilanjutkan dengan pelatihan kepada guru dan orang tua. Putri menyebut, program ini memuat lima topik penting agar anak-anak Cerdas, Cermat, Tangguh Bijak dan Berani Berinternet.
 
"Selain lima topik tersebut, Tangkas Berinternet juga menyediakan permainan berbasis web yang dapat membantu mengajarkan konsep literasi digital dan keamanan online kepada anak-anak dengan bantuan guru dan orang tua," kata Putri dalam peluncuran Tangkas Berinternet di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Senin, 10 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa ini juga bisa menjadi sarana bagi orang tua yang kesulitan berkomunikasi dengan anaknya untuk menjelaskan bagaimana cara berinternet yang aman. "Kadang-kadang kita sebagai orang tua juga enggak tahu ngobrol gimana sih internet yang aman, ada tips-tipsnya , bagaimana orang tua merangkul anak anak, juga guru bisa menerapkan di kurikulum kelas sehari hari," terangnya.
 
Sementara itu Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (PAUD DIkdasmen), Kemendikbud, Harris Iskandar menyampaikan, ini merupakan hal baik bagi anak-anak generasi masa kini agar tumbuh besar dengan teknologi. Dengan begitu anak punya kemampuan literasi digital, sehingga bisa lebih peka pada informasi dan terhindar dari kejahatan siber.
 
"Pemahaman akan literasi digital dan keamanan online serta melatih mereka untuk menjadi lebih peka akan informasi yang mereka sebarkan atau dapatkan. Bagaimana bersikap dalam dunia maya menjadi sangatlah penting untuk mengurangi risiko kejahatan siber," ujar Haris.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif