Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Iwan SYahril. Foto: Tangkapan Layar Webex
Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Iwan SYahril. Foto: Tangkapan Layar Webex

Dirjen GTK Beberkan Enam Program untuk Transformasi Pendidikan

Pendidikan guru Kebijakan pendidikan
Ilham Pratama Putra • 13 Mei 2020 15:13
Jakarta: Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Iwan Syahril membuat enam program untuk membangun pendidikan di Indonesia. Iwan menyampaikan enam program ini akan menjadi kunci transormasi pendidikan di Indonesia.
 
"Yang pertama adalah transformasi dalam kepemimpinan pendidikan. Selama ini kita belum fokus. Padahal pemimpin di sekolah merupakan kunci inovasi di sekolah," kata Iwan dalam Konferensi Video, Selasa 13 Maret 2020.
 
Dia melihat banyak kepala sekolah yang menolak penerapan inovasi yang dilakukan guru dan memilih bermain aman karena tidak mau repot dalam pelaksanaannya. Padahal banyak guru yang telah mengikuti pelatihan dan membawa inovasi pembelajaran ke sekolah, namun ditolak oleh kepala sekolahnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Guru sudah ikut pelatihan dan mencoba menerapkan hasil pelatihannya di sekolah, lalu kepala sekolah enggak suka, karena bikin kelas repot. Sayang sekali, padahal ini kan yang terpenting, perkembangan orientasinya pada murid," tambah Iwan.
 
Baca juga:Sekolah yang Bisa Dibuka Tergantung Izin Pemda
 
Yang kedua, ialah penguatan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Menurutnya PPG harus terus dilakukan secara masif untuk membentuk ekosistem pendidikan.
 
Yang ketiga, pihaknya ingin guru memiliki gairah dalam belajar maupun mengajar. Guru diharapkan mampu menerapkan pembelajaran yang kreatif, termasuk memanfaatkan dan mengembangkan teknologi.
 
"Keempat, membentuk komunitas pendidikan yang bergotong royong dan saling melengkapi. Bagaimana menyusun pembelajaran yang maksimal dalam melayani murid," terang Iwan.
 
Kelima, penyederhanaan regulasi. Pihaknya terus melakukan diskusi dan revisi untuk membentuk regulasi, tata kelola, perencanaan guru ke depan.
 
"Terakhir membentuk karakter. Kepala sekolah dan guru harus punya karakter, juga kuat dalam penggunaan teknologi. Serta mampu melakukan asesmen dan kurikulum yang membuat iklim pendidikan lebih baik untuk membantu murid untuk berkembang," tandasnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif