Sejumlah siswa memegang tablet yang dibagikan Kemendikbud dalam program Digitalisasi Sekolah.  Foto:  Kemendikbud/Dok. Humas
Sejumlah siswa memegang tablet yang dibagikan Kemendikbud dalam program Digitalisasi Sekolah. Foto: Kemendikbud/Dok. Humas

Digitalisasi Sekolah Diperluas 2020

Pendidikan Digitalisasi Sekolah
Citra Larasati • 18 September 2019 19:17
Natuna: Program Digitalisasi Sekolah akan dilakukan lebih masif di 2020. Ditargetkan dalam tiga hingga empat tahun ke depan, seluruh sekolah di Indonesia sudah menerapkan sistem pembelajaran berbasis digital untuk mendukung pembelajaran konvensional di dalam kelas.
 
"Tahun 2020 akan diperbanyak, selain pakai dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan Kinerja akan menggunakan dana lain juga dari APBN," kata Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi, di sela-sela peluncuran Digitalisasi Sekolah, di Gedung Sri Serindit, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Rabu, 18 September 2019.
 
Dengan digitalisasi sekolah, Didik berharap guru dan siswa dapat menggunakannya untuk meningkatkan kompetensi belajar di kelas. Guru dan siswa diharapkan dapat menggunakan gawai yang diberikan pemerintah dalam Digitalisasi Sekolah untuk membiasakan pembelajaran Higher Order Thinking Skill (HOTS).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Agar siswa dan guru juga semakin kritis dan kreatif menyongsong masa depan," terang Didik.
 
Menurut Didik, digitalisasi sekolah merupakan terobosan baru yang memanfaatkan perkembangan TIK. Mempermudah guru dan siswa dalam mengakses bahan ajar.
 
Tidak hanya guru dan siswa, kepala sekolah dan unsur pendidikan lainnya juga bisa memanfaatkan TIK untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan.
 
"Komunitas guru bisa bekerja sama membuat materi ajar digital, membuat tes ujian harian secara bersama-sama dalam jaringan offline maupun online," ungkapnya.
 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy meluncurkan program Digitalisasi Sekolah di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Rabu, 18 September 2019. Program ini merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk merealisasikan penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), untuk mempercepat akses layanan pendidikan terutama di daerah 3T.
 
Untuk tahun 2019 ini pemerintah akan membagikan 1,7 komputer/tablet kepada 36.000 sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun prioritasnya tetap pada daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T).
 
Sementara itu, untuk Kabupaten Natuna akan diberikan 1.142 tablet kepada siswa di sekolah. Siswa tersebut terdiri dari 508 siswa SD, 303 siswa SMP dan 228 siswa SMA dan 103 siswa SMK.
 
Nantinya tablet ini akan dipasangkan aplikasi Rumah belajar yang menyediakan delapan fitur utama. Yaitu sumber belajar, buku sekolah elektronik, bank soal, laboratorium maya, peta budaya, wahana jelajah angkasa, pengembangan keprofesian berkelanjutan dan kelas maya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif