Chairman Board of Trustees IDN-Global Dino Patti Djalal. Foto: Medcom.id/ Syahrul Ramadhan.
Chairman Board of Trustees IDN-Global Dino Patti Djalal. Foto: Medcom.id/ Syahrul Ramadhan.

Indonesia Disarankan Bentuk Badan Nasional Diaspora

Pendidikan diaspora indonesia
Muhammad Syahrul Ramadhan • 12 Agustus 2019 03:52
Jakarta: Chairman Board of Trustees IDN-Global Dino Patti Djalal mengusulkan agar pemerintah membentuk Badan Nasional Diaspora Indonesia. Usulan tersebut merupakan aspirasi dari komunitas diaspora.
 
"Bentuk badan nasional diaspora Indonesia banyak yang pulang kantor mana dikunjungi kalau ada keahlian, perlu ada usaha sistemik," kata Dino dalam pembukaan Congress of Indonesian Diaspora di Kasablanka Hall, Jakarta Selatan, Sabtu, 10 Agustus 2019.
 
Dino menjelaskan, memang di Kementerian Luar Negeri sudah ada staf ahli yang mengurus diaspora. Namun hanya ada tiga staff ahli, menurut Dino jumlah tersebut belum cukup untuk mengurus 6 juta orang diaspora. Dengan demikian, dia mengusulkan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) diubah menjadi BNP2TKI dan Badan Nasional Diaspora Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Usulan kita Badan Nasional TKI direvisi menjadi Badan Nasional TKI dan Diaspora Indonesia sehingga kalau nanti ada talent yang masuk mereka semua ada yang mengurus, ada nomor telepon dan ada kantornya," ujarnya.
 
Ia mengungkapkan dengan adanya badan ini bisa menjadi wadah untuk mewujudkan keinginan Presiden Jokowi membuat lembaga manajemen talenta. Menurutnya usulan soal Badan Diaspora itu dapat diakomodir dengan lembaga tersebut.
 
"Sekarang pemerintah mau membentuk unit talenta. Nah unit itu bisa masuk di sini, di Badan Nasional ini. Jadi intinya harus ada teknis untuk mengurus diaspora," ungkapnya.
 
Lebih lanjut eks juru bicara presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga mengusulkan agar pemerintah memberikan visa minimal 10 tahun untuk diaspora non WNI. Sekarang pemerintah memberikan 2-4 tahun, sementara ia mencontohkan India yang bisa memberi visa seumur hidup untuk diaspora.
 
"Jangan lupa India memberikan diaspora Indonesia yang jadi WNA seumur hidup. Jadi kalau menurut saya 10 tahun sangat visible kalau bisa seumur hidup," ujarnya.
 

(EKO)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif