SMK Industri Logam. DOK Vokasi Kemendikbud
SMK Industri Logam. DOK Vokasi Kemendikbud

Kenalan Yuk dengan SMK Penghasil SDM ‘Logam’

Renatha Swasty • 14 November 2022 10:12
Jakarta: Tak seperti sekolah unggulan, SMK Industri Logam merupakan sekolah menengah kejuruan biasa yang terletak di pedesaan yang masuk dalam wilayah Kecamatan Situraja, Sumedang, Jawa Barat. Namun, SMK yang memiliki salah satu jurusan langka, yakni Teknik Pengecoran Logam ini menghasilkan lulusan sumber daya manusia (SDM) unggul yang banyak terserap di industri.
 
Kepala SMK Industri Logam, Agus Herdiana, mengungkapkan jurusan Teknik Pengecoran Logam muncul lantaran saudara dari pemilik yayasan bekerja di perusahaan pengecoran logam. Sehingga, pemilik yayasan ingin mendirikan jurusan tersebut.
 
“Kami lalu mencari informasi tentang adanya jurusan pengecoran logam,” kata Agus dikutip dari laman vokasi.kemendikbud.go.id, Senin, 14 November 2022.

Sekolah mulai beroperasi pada 2010 dengan jumlah siswa 20 orang. Tahun berikutnya, bertambah 44 siswa baru.
 
"Karena sudah ada kelas 11, akhirnya diminta oleh Politeknik Manufaktur Negeri (Polman) Bandung untuk melakukan praktik magang di sana. Kerja sama ini juga termasuk membahas kurikulum, hingga akhirnya sekolah ini menjadi binaan Polman sampai sekarang,” ujar Agus.
 
Tahun demi tahun, sekolah ini mulai mengembangkan diri. Jumlah murid merangkak naik, guru-guru juga kerap mengikuti pelatihan.
 
“Bahkan, saya menjadi salah satu penyusun soal UN di bidang pengecoran logam pada 2017-2019,” beber Agus.
 
Tak hanya dengan perguruan tinggi, pada 2017 sekolah ini mulai digandeng oleh PT Komatsu Indonesia untuk memberikan kesempatan magang siswa di perusahaan tersebut. Termasuk, penyelarasan kurikulum dan guru tamu.
 
“Adanya kerja sama dengan industri ini juga turut meningkatkan jumlah siswa dan informasi kepada masyarakat terkait sekolah ini,” ujar Agus.
 
Bahkan, sekolah ini tercatat kerap meraih juara dalam ajang Akito, perlombaan siswa dalam bidang pengecoran logam yang diselenggarakan Komatsu. Bahkan, tahun lalu siswa meraih juara 1 dan 2.
 
Selain Komatsu, kata Agus, pihak sekolah juga menjalin kerja sama dengan perusahaan lainnya, yakni Jaya Indah Casting (JIC) dan PT Gopal. Adapun yang diterima bekerja mencapai 20 siswa dari 40 yang didaftarkan,
 
"Yang lainnya ada yang diterima bekerja di JIC, Gopal, hingga ke Pekalongan. Bahkan, tahun pertama kelulusan pada 2013 semua lulusan direkrut oleh PT Gopal,” beber dia.
 
Sekolah memiliki lua 9.000 m2 yang menaungi 149 siswa. Sekolah juga memiliki asrama yang diperuntukkan bagi siswa di luar Kabupaten Sumedang.
 
“Kami fasilitasi gratis untuk menginap saja,” ujar Agus.
 
Agus berharap sekolah dapat terus mengembangkan berbagai fasilitas lain. Terutama, sarana praktik yang sebagian besar masih milik sendiri.
 
“Kami juga belum banyak melakukan studi banding karena Jurusan Pengecoran Logam masih langka,” tutur dia.
 
Baca juga: Dirjen Vokasi: Pelajar SMK Sangat Dibutuhkan di Masa Depan

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA