“Program ini membuktikan kolaborasi internasional dengan visi jangka panjang dapat melahirkan pemimpin masa depan di sektor energi. Pengakuan yang kami terima dari Victorian International Education Awards 2025 semakin memotivasi Monash untuk terus berkontribusi bagi agenda transisi energi Indonesia secara berkelanjutan,” ujar Profesor Matthew Nicholson, President and Pro Vice-Chancellor Monash University, Indonesia dalam keterangan tertulis, Jumat, 9 Januari 2026.
Direktur Legal dan Manajemen Human Capital, PT PLN (Persero), Yusuf Didi Setiarto, mengatakan bagi PLN, investasi pada kompetensi karyawan adalah fondasi untuk memperkuat daya saing.
"Kemitraan dengan Monash memberikan landasan akademik dan praktis yang kokoh untuk menghadapi tantangan energi di masa depan,” ujar dia.
Pengakuan internasional ini menegaskan kemitraan lintas negara antara Monash University, Indonesia dan PLN menjadi model pengembangan talenta global yang relevan bagi industri energi serta selaras dengan prioritas nasional menuju masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Baca Juga :
Dedikasi di Pendidikan dan Penelitian, Monash University Beri Penghargaan untuk Filda Citra Yusgiantoro
Program ini memadukan keahlian bisnis dan rekayasa teknis dalam jalur pendidikan terintegrasi. Peserta menjalani satu tahun studi Master of Business Innovation di kampus Monash University, Indonesia, lalu melanjutkan satu tahun studi Master of Engineering di Monash University, Australia.
Melalui format studi terpadu di dua kampus ini, Monash membekali peserta dengan keterampilan inovasi, kepemimpinan, dan keahlian teknis yang relevan bagi kebutuhan industri energi masa depan.
Sejak penandatanganan nota kesepahaman pada 22 Agustus 2023, Monash University, Indonesia dan PLN telah membangun kemitraan strategis meliputi pendidikan formal, kursus singkat, lokakarya, dan riset bersama.
Kolaborasi ini secara langsung mendukung target nasional 51,6 persen bauran energi terbarukan pada 2030, sekaligus sejalan dengan komitmen Indonesia pada Paris Agreement, perjanjian iklim global untuk membatasi kenaikan suhu bumi dan menurunkan emisi demi menghadapi perubahan iklim.
Pada akhir 2025, sebanyak 30 peserta angkatan pertama program double degree menyelesaikan program di kampus Monash Clayton, Australia dengan hasil akademik yang membanggakan. Keberhasilan ini menjadi bukti kualitas akademik program dan kontribusi nyata Monash dalam menyiapkan generasi pemimpin yang mampu menggerakkan transformasi energi di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News